Sebarkan berita ini:

LOGO LDII-2SEMARANG [SemarangPedia] – Lembaga Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII) prihatin akan permasalahan umat Islam di Indonesia yang selalu terpojokan oleh berbagai isu negatif yang menerpa. Stigma muslim secara global menempatkan dunia Islam selalu dikaitkan dengan isu terorisme dan Islamphobia.

Lebih memprihatinkan, mayoritas muslim belum bisa berbuat banyak untuk menangkal pandangan tersebut. Banyak ormas Islam justru belum bisa menunjukan sekedar pembelaan pelurusan tatkala isu-isu tersebut mengemuka.

“Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah memang selalu menjadi gardu terdepan ketika isu Islamphobia mengemuka, lantas dimana peran LDII saat itu terjadi?, kami memang tak menunjukan aksi fisik namun lebih pada gerakan penangkalan dini,” terang Ketua DPP LDII Drs. H. Hidayat Nahwi Rasul Msi, saat Media Gathering di Hotel Noormans Semarang, akhir pekan kemarin.

Dikatakannya, LDII telah melakukan gerakan pembentengan diri terutama kepada warga LDII dengan berbagai gerakan masif. Diantaranya gerakan internet sehat, citizen jurnalisme, deradikalisasi, dan ekonomi kerakyatan.

“Kami paham betul, era modern internet memegang kunci dalam informasi global. Untuk itu kita membekali dengan gerakan Internet Sehat, berupa pelatihan membuat web dan blog, belajar browsing yang benar untuk membekali informasi yang baik dan benar kepada masyarakat,” katanya.

Gerakan Internet Sehat LDII rupanya sudah ada sejak 10 tahun lalu bekerjasama dengan Kementerian Telekomunikasi dan Informasi (Kominfo). Bahkan salah satu keputusan organisasi, adalah kode etik telematika LDII yakni dilarang menerima dan menyebarkan konten pornografi atau menginformasikan tak jelas seperti copas dan share informasi.

Menurutnya, banyak informasi seperti di website, blog, dan media sosial justru membuat gaduh dimasyarakat dengan ikut-ikutan membagikan informasi yang bersumber dari viral.

“Ini salah satu bentuk media literasi kami, agar tak terjerumus pada hal yang negatif. Internet bagaikan dua sisi pisau, bagaimana bisa menghindari situs pornografi, dan penggunana medsos yang positif, menghindari cyber bullying dan cyber crime,” terangnya.

Internet Sehat juga ditujukan kepada para anak-anak warga LDII dimana mudahnya menggunakan akses gadget sangat terbuka bagi konten negatif seperti pornografi. “Korban pornografi membuat umat semakin terpuruk. Maka diperlukan ketahanan informasi agar tak terprofokasi informasi yang mendegradasi akhlak,” tambahnya.

Sementara, Ketua DPW LDII Jateng Prof. Dr. Singgih Try Sulistyo menambahkan, selain pengenalan Internet Sehat LDII juga tengah menyusun buku sebagai literasi umat Islam tentang sejarah perkembangan LDII. “Masih banyak masyarakat melihat LDII sebagai ormas eksklusive, kami inklusive dan buku yang sedang kami susun sebagai gambaran bagaimana LDII berkiprah sebagai penengah komflik di tengah masyarakat baik keagamaan atau sosial politik,” tukasnya.

380
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>