Sebarkan berita ini:

21-jatenglandSEMARANG[SemarangPedia] –  Sejumlah daerah di wilayah Jawa Tengah saat ini miliki potensi besar untuk pendirian kawasan industri (KI), menyusul pembangunan infrastruktur dipercepat dan lahan yang disediakan cukup luas.

Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan sejumlah daerah di Jateng memiliki peluang besar untuk menarik investor lokal maupun asing masuk di dalam kawasan industri , selain lahannya cukup luas, juga infrastruktur cukup mamadai.

Menurutnya, wilayah Jateng terutama pantura yang memiliki sumber daya alam dan tenaga kerja yang komperatif,  sangat berpotensi menjadi kawasan favorit bagi investor, untuk mengembangkan usahanya baik pendirian industri baru maupun perluasan pabrik.

Kawasan pantura dinilai lebih strategis untuk pengembangan kawasan industri, mengingat infrastruktur di sepanjang wilayah itu lebih mendukung dan bakal memadai setelah pembangunan tol trans Jawa segera rampung.

Saat ini Jateng memiliki 14 perusahaan KI yang tersebar di berbagai daerah dengan total areal lahan yang siap dikembangkan seluas 3.000 hektare lebih dan sebanyak 13 KI di antaranya berlokasi di kawaswan Pantura Semarang dan sekitarnya.

Dari Kawasan Industri sebanyak itu, hampir sebagian besar lokasinya terdapat di kawasan Pantura Semarang bagian timur mulai Kaligawe hingga perbatasan kabupaten Demak, bahkan kini tumbuh menjadi sentra kawasan industri terbesar di Jateng, setelah kawasan industri Semarang Barat hingga Kabupaten Kendal dan kawasan Industri Bawen Kabupaten Semarang.

Jateng dipastikan tetap menjadi pasar potensial untuk menarik investor di sektor industri, setelah Jabotabek dan Jabar mulai padat serta ada kecenderungan merealisasi usahanya ke timur.

Tanda-tanda akan terjadi limpahan investasi dari barat, kini makin kuat dirasakan oleh para penyedia lahan industri di wilayah ini yang diawali oleh permintaan lahan dari berbagai calon investor yang terus mengalir.

“Dari jumlah KI sebanyak itu, sampai saat ini terdapat delapan KI yang sudah mengantongi izin prinsip dan mulai merealisasikan dan pembangunan fisik, meliputi tiga KI di Kota Semarang, tiga KI di Kabupaten Demak, satu KI Kabupaten Semarang dan satu di Kabupaten Cilacap,” ujarnya, di Semarang.

Sementara yang sudah eksisting terdapat tujuh kawasan industri dan tercatat empat KI di antaranya dalam studi di Pemalang, Semarang, Boyolali dan Brebes.

Menurutnya, pemberian izin prinsip harus selektif dalam pemilihan kawasan industri dan tidak setiap daerah mempunyai kawasan industri, mengingat karakter harus disesuaikan, sehingga   wilayah investasi tidak harus mendirikan kawasan industri.

Dia mengatakan dalam upaya pembangunan kawasan industri tetap melihat beberapa faktor yang dikedepankan, selain tidak menggunakan lahan persawahan yang produktif, juga daerah pilihan tanahnya tidak marginal serta tidak menggunakan wilayah resapan.

Beberapa tahun lalu, lanjutya, banyak industri bermunculan dibangun di zone-zone industri, namun, setelah diterbitkan Undang-Undang pendirian industri harus berada di kawasan industri.

Dia menuturkan bagi daerah yang tidak mempunyai kawasan industri masih diperbolehkan membangun zona peruntukan industri yang diatur dalam tata ruang atau Perda daerah bersangkutan.

Hasil survei Komite Pemantau Pelaksana Otonomi Daerah (KPPOD) menempatkan Kota Semarang pada peringkat pertama dari 134 daerah di Indonesia sebagai wilayah yang paling memiliki daya tarik investasi.

Tidak mengherankan, jika Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jateng segera mengungkapkan sejumlah kawasan industri  baru segera dibangun di pantura. Belum lagi kawasan industri baru di kota-kota lain di Jateng yang sudah dalam proses penyelesaian izin dan tahun ini akan dibangun.

Keadaan itu. sinyal positif yang harus ditangkap oleh para pengelola kawasan industri. Mereka harus bersiap menghadapi investor yang mengincar dan bakal berbondong-bondong masuk Semarang dan sekitarnya terutama di kawasan Pantura.

540
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>