Sebarkan berita ini:

14-Tol SS1SEMARANG[SemarangPedia] – Ruas Tol Semarang-Solo yang dijadwalkan sudah dapat dioperasikan 2017, tidak akan mematikan perekonomian di sejumlah kota yang dilintasi, termasuk Kota Salatiga selama kota tersebut terus melakukan inovasi yang dapat menarik investor maupun wisatawan.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan masyarakat Kota Salatiga tidak perlu khawatir dengan beroperasinya Jalan Tol Semarang-Solo , yang membuat kota tersebut tidak lagi disinggahi para pelintas atau pelancong, bahkan menurunkan minat investor.

Tol yang melewati Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Boyolali, dan Kota Solo itu, dipastikan tahun depan sudah beroperasi optimal, terutama saat arus mudik dan balik Lebaran 2017.

”Jangan khawatir, Tol Semarang-Solo tidak akan mematikan Kota Salatiga,” ujarnya saat melantik Pejabat Wali Kota Salatiga Agus Rudianto di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Komplek Gubernuran, Kamis (14/7).

Menurutnya, Kota Salatiga tetap dikunjungi pelancong dan diminati investor sepanjang gencar melakukan inovasi-inovasi daerah yang mampu mengundang wisawan betah datang kembali ke kota yang berada di kaki Gunung Merbabu itu.

Kota Salatiga, lanjutnya, banyak pakar yang bisa mewujudkan inovasi-invasi baru baik dibidang pariwisata, pertanian, perternakan, perikanan, industri dan pendidikan serta budaya, sehingga mereka bakal mampu menciptakan inovasi yang dapat mengundang minat dating ke Salatiga.

”Salatiga akih wong pinter (Banyak orang pinter), mereka bisa mencipatakan inovasi-inovasi baru supaya orang kangen datang lagi ke Salatiga,” tuturnya.

Seperti diketahui, dengan kehadirkan jalan tol Semarang-Solo, sejumlah daerah masih mengkhawatir akan ditinggalkan wisatawan maupun kurang diminati investor, mengingat kondisi itu juga terjadi di beberapa daerah yang sudah dilewati jalan tol di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur.

Pengoperasian ruas Tol Semarang-Solo sebagai jalur pengganti Jalan Raya Semarang-Solo yang sudah semakin padat kendaraan, yang pada akhirnya akan menjadi pilihan pengguna jalan untuk sampai ke tujuan dengan bebas hambatan, tanpa harus singgah di daerah sekitar tol.

Meski jalur tol tersebut melintasi beberapa wilayah yang selama ini menjadi tujuan pengguna jalan untuk beristirahat ketika lelah. Bahkan daerah tersebut juga menjadi tempat kunjungan rutin, ketika wisatawan melancong di sepanjang Jalan Raya Semarang-Solo.

Berbagai inovasi yang disarankan Ganjar, sepertinya sama dengan apa yang disampaikan sejumlah praktisi, sebagai contoh pusat kuliner, pusat oleh-oleh khas daerah, pusat wisata, dan lainnya. Sebab tren saat ini, bila bepergiaan rasanya tidak lengkap bila tidak mencoba kuliner khas daerah dan berfoto bersama selfie di sebuah objek wisata tertentu yang penuh keindahan asri alam.

Dengan demikian, pemakaian media social sangat efektif, bisa juga dimanfaatkan untuk mempromosikan keunggulan suatu daerah, sehingga menarik perhatian pelancong untuk datang ke daerah tersebut. (RS)

129
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>