Sebarkan berita ini:

SOLO[SemarangPedia] – Bhayangkara FC resmi pindah ke markas baru di Kota Solo, bersamaan dengan launching Logo baru, setelah sebelumnya bermarkas di Jakarta, hingga kini berubah nama menjadi Bhayangkara Solo FC.

Kegiatan launching Logo baru Bhayangkara Solo FC dan kepindahan markas itu digelar di Stadion Manahan pada Kamis (26/11).

Dengan hadirnya Bhayangkara Solo FC, kini Kota Solo kini mempunyai klub Liga 1, setelah Nama klub Bhayangkara FC tersebut resmi berubah menjadi Bhayangkara Solo FC.

Dalam acara persemian itu, hadir Chief Executive Officer (CEO) Bhayangkara FC Irjen Pol Istiono, Wakil Ketua PSSI Iwan Budiyanto, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Ahmad Hadian Lukita, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Wakil Wali Kota Surakarta Ahmad Purnomo, sejumlah pemain, manajemen tim serta perwakilan sponsor.

CEO Bhayangkara FC Irjen Pol Istiono mengatakan sangat bangga dan mengucapkan terima kasih karena mendapatkan dukungan dan direstui menjadikan Solo sebagai kandang timnya dalam mengarungi Liga 1 Indonesia musim 2020/2021.

Stadion Manahan Solo, lanjutnya, akan menjadi home base laga Bhayangkara FC, sebelumnya di Lapangan PTIK Jakarta. Sedangkan lapangan UNS bakal dijadikan lapangan latihan sehari-hari.

“Kami sudah menandatangani kerja sama dengan Rektor UNS Surakarta, Prof D Jamal Wiwoho Kamis lalu (26/11,” ujar Istiono.

Terkait dengan penambahan nama menjadi Bhayangkara Solo FC, nama tersebut juga sesuai dengan usulan dari Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo serta masyarakat setempat.

“Memang benar. Dengan peluncuran home base baru, kami juga langsung merealisasikan nama tim Bhayangkara FC menjadi Bhayangkara Solo FC,” tutur Istiono.

Menurutnya, berpindahnya markas tim yang berjuluk The Guardian itu, diharapkan juga menumbuhkan semangat dan mencetak pemain berbakat khususnya di Kota Solo melalui program pembinaan usia dini, Bhayangkara Solo FC usia 14 tahun, dan usia 18 tahun.

“Kami juga merespon kebijakan PSSI. Pada masa pandemi merekomendasikan kompetisi Liga I dikonsentrasikan di wilayah Jawa bagian tengah, agar memudahkan pelaksanaan kompetisi dan antar kota bisa dilakukan jalan darat,” ujar Istiono.

Wakil Ketua PSSI Iwan Budiyanto menuturkan pihaknya juga belum bisa memastikan awal kompetisi mengingat pandemi Covid-19 belum usai. Namun PSSI masih menyakini bahwa gerakan vaksin Covid-19 bisa beredar pertengahan Desember atau akhir Januari 2021.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya berencana memutar kompetisi pada Februari tahun depan. (RS)

21
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>