Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Demplot bawang merah di Kabupaten Progo seluas 1 hektare mulai dikembangkan dengan metode budidaya bawang merah ramah lingkungan dengan penggunaan pupuk organik dari kotoran hewan, pengendalian hama dan penggunaan pestisida yang ramah lingkungan.

Kepala KPw Bank Indonesia (BI)  DIY Arief Budi Santoso mengatakan aspek pengolahan tanah dengan penggunaan pupuk organik dan microba aktif yang disebar dilahan demplot yang diharapkan dapat mengembalikan struktur tanah dan meningkatkan kesuburan tanah sehingga produktivitas pertanian bawang merah dapat dicapai.

“Dengan penggunaan pupuk organik diharapkan bisa meningkatkan produksi bawang merah,” ujarnya, Selasa (10/1).

Menurutnya, curah hujan yang tinggi selama masa tanam demplot bawang merah menjadi tantangan tersendiri bagi petani. Tercatat empat kali lahan demplot terendam banjir akibat intensitas hujan yang tinggi.

Meskipun demikian, lanjutnya, sebagian tanaman dapat bertahan hingga masa panen dengan capaian produktivitas 8,6 ton per hektare.

Arief menuturkan penggunaan teknologi pengendalian hama berupa lighttrap sebanyak 30 unit dan likat dinilai cukup efektif dengan hasil tangkapan yang banyak.

“Ke depan, penggunaan teknologi ini perlu dilakukan lebih masif dalam 1 hamparan sehingga pengendalian hama dapat optimal,” tuturnya.

Sementara itu, dia menambahkan untuk mendukung peningkatan kualitas bawang merah yang dihasilkan atau program pasca panen, Bank Indonesia memberikan bantuan Gudang Benih bawang merah dilahan seluas 12m x 7m kepada Kelompok Tani Sido Makmur yang merupakan Program Sosial Bank Indonesia.

Gudang benih ini berkapasitas penyimpanan 22 ton yang dapat dimanfaatkan oleh anggota dan petani setempat untuk penyimpanan tunda jual maupun penyimpanan benih, khususnya varietas lokal Srikayangan agar tetap lestari.

Pengurus Kelompok Tani Sido Makmur juga telah membuat SOP tata kelola gudang yang didapat dari hasil kunjungan belajar di sentra bawang merah Kabuparen Nganjuk Jawa Timur beberapa waktu lalu.

“Dengan pengelolaan manajemen yang baik diharapkan keberadaan gudang benih ini dapat bermanfaat untuk mendukung pengembangan bawang merah di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujarnya. (RS)

215
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>