Sebarkan berita ini:

Processed with VSCO

SEMARANG[SemarangPedia] – Pemandangan berbeda terlihat di sekitaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, di Jalan Imam Bardjo Semarang, Minggu pagi (31/7).

Minggu pagi itu pukul 08.00 WIB, terlihat puluhan orang berbondong – bondong masuk ke plataran Parkir Barat Gedung BI dengan membawa kantong sak yang berisikan uang recehan logam bermacam jenis nominal.

Aktivitas tersebut ternyata digelar Oleh BI Provinsi Jawa Tengah dengan ‘Mengusung BI Peduli, SemarGaul’, (Semarang Galang Uang Logam).

Kegiatan itu, Bank Indonesia Jateng memberikan kemudahan sekaligus kesempatan bagi masyarakat Kota Semarang untuk menukarkan uang receh atau logamnya dengan uang kertas baru agar bisa kembali di transaksikan.

Dalam acara penukaran uang tersebut turut andil lima bank nasional swasta maupun BUMN terdiri Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Jateng, CIMB Niaga dan Bank Central Asia (BCA).

Kepala Kasir Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Jateng, FX Bambang Santoso menuturkan masyarakat perlu paham pentingnya pentransaksian uang logam.

Menurutnya, perputaran transaksi uang logam atau receh di Indonesia, termasuk di Semarang terbilang rendah, meski biaya yang dikeluarkan untuk mencetak uang logam cukup besar.

Selain itu, dia menambahkan masyarakat khususnya Semarang lebih memilih  mentransaksikan uang kertas ketimbang uang logam yang justru malah disimpan dan dibiarkan terpajang begitu saja dirumah tanpa ditransaksikan.

“Berdasarkan data BI Jateng pada 2014 – 2015 terjadi penurunan tren uang logam yang masuk. Dari Rp20 milyar uang yang dikeluarkan 2014, hanya sekitar 565 juta keping uang logam yang kembali ke Bank Indonesia, ini menjadi ketimpangan yang begitu luar biasa,” tuturnya saat kepada SemarangPedia.com, Minggu. (31/7)

Dia mencontohkan, jika satu keluarga menyimpan uang logam setidaknya Rp100.000 tanpa mentransaksikannya dan dikalikan jumlah penduduk Kota Semarang, berapa banyak jumlah nominal uang yang tidak bergerak

“Dengan demikian, BI menggalakkan sekaligus mengedukasi masyarakat pentingnya uang logam agar pelaku ekonomi, ritel tidak mengalami kesulitan transaksi,” ujarnya.

Processed with VSCO

Dalam penukarannya, jenis uang logam atau receh yang ditukarkan dari nominal Rp1.000 keluaran 1993, Rp1000 keluaran 2010, Rp500 keluaran1991, Rp500 produk 2003, Rp 200 prduk 2003, Rp 100 keluaran 1999, Rp 100 produk 1991 dan Rp50 keluaran 1999 serta Rp 50 produk 1991.

Animo masyarakat yang menukarkan uang logam cukup tinggi dan setidaknya dari pagi sampai sore terbilang mencapai 400 orang mendaftar untuk menukarkan uang logamnya

Nasabah sambil menunggu antrian penukaran uang, sejumlah hiburan disuguhkan dengan mendatangkan Komedian Semarang, Jamal sebagai pengisi acara, pemberian merchandise serta kupon doorprize yang berhadiah menarik.

Tanti bersama anak dan suami warga Sekaran ini menyempatkan datang ke acara tersebut untuk menukarkan uang logamnya. Kegiatan sngat membantu sekali dengan adanya penukaran uang logam itu.

“Dari pada  tergeletak di rumah saya kumpulkan jadi satu, lumayan setelah dihitung tertukar sebanyak Rp 300.000 uang kertas,” tuturnya.

FX Bambang mengungkapkan ke depan kegiatan seperti ini akan direncanakan di gelar terus dalam jangka periodik.

“Kami berpesan kepada masyarakat Kota Semarang yang memiliki uang logam atau receh lakukanlah transaksi jangan dibiarkan begitu saja, karena meskipun kecil nilainya besar manfaatnya,” ujarnya. (RS)

191
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>