Sebarkan berita ini:

BOYOLALI[SemarangPedia] – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengapresiasi kinerja Pemprov Jateng dalam penyelenggaraan tes CPNS, terutama berkait dengan kesigapan panitia dan koordinasi antar instansi untuk memecahkan permasalahan selama ujian.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Utama BKN Supranawa Yusuf. Hal itu disampaikannya,saat meninjau pelaksanaan tes CPNS di Asrama Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Sabtu (22/2).

Setelah melakukan tinjauan di beberapa titik lokasi di Jateng, dia menilai penyelenggaraan tes CPNS oleh pemerintah provinsi jauh lebih siap.

“Secara umum di Jawa Tengah relatif lebih bagus dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jangka waktu cukup, persiapan lebih matang dan koordinasi antar instansi lebih bagus,” ujar Yusuf.

Menurutnya,  di Pulau Jawa, Jawa Tengah menjadi provinsi kedua dengan peserta tes CPNS terbesar setelah Jatim. Hal itu menurutnya, membutuhkan fokus dan koordinasi antar instansi yang kuat.

Dengan kondisi tersebut, Yusuf meminta agar instansi di daerah melakukan pemantauan ketat dan membuka kanal informasi seluas-luasnya. Hal tersebut, guna melayani kebutuhan peserta tes, dan menghindari jatuhnya korban penipuan.

Mengenai jadwal pemeringkatan hasil tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Yusuf mengatakan akan ada sedikit perubahan. Lantaran, ada beberapa instansi yang belum melaksanakan tes, karena kendala dana penyelenggaraan.

“Seharusnya SKD selesai akhir Februari atau awal Maret. Namun karena beberapa instansi ada yang belum melaksanakannya, mungkin akan ada perpanjangan hingga 9 Maret mendatang. Ya kemungkinan untuk penggabungan nilai dari seluruh Indonesia sekitar akhir bulan depan,” tuturnya.

Kepala BKD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Wisnu Zaroh mengatakan tahun ini kuota CPNS di lingkungan kerja Pemprov mencapai 1.409. Namun, dari jumlah tersebut 36 di antaranya kuotanya tak terisi, sehingga hanya ada 1.373 posisi yang diperebutkan oleh sekitar 49.223 pelamar.

Menurutnya, untuk melayani peserta, Pemprov Jateng menyelenggarakan kegiatan tes CPNS di Asrama Haji Donohudan. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan sejak Kamis (20/2) hingga 4 Maret 2020. Setiap hari ada empat hingga lima sesi tes, dengan jumlah peserta setiap sesi mencapai 750 orang.

Wisnu menuturkan tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan ujian tersebut. Untuk menyukseskan gelaran akbar ini, infrastruktur internet didukung dari Dinas Komunikasi dan Informatika Jateng. Ketersediaan pasokan listrik juga dipastikan siap serta prasarana pendukung lain.

“Pelaksanaan hingga hari ketiga ini alhamdulillah baik tidak ada permasalahan. Hanya beberapa peserta hanya membawa dokumen salinan Surat keterangan (Suket) KTP, setelah berkoordinasi dengan BKN kami menghadirkan petugas Dispermadesdukcapil untuk melakukan otentifikasi,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, sejumlah peserta CPNS yang urung mengikuti ujian mencapai sekitar 250 orang .

Dia juga menghimbau tidak gampang percaya dengan oknum yang menawarkan bisa meloloskan peserta CPNS. Hal itu lantaran, mekanisme Computer Assisted Test (CAT) dilakukan secara transparan dan terpantau secara ketat.

Selain itu, diminta agar peserta memantau media sosial resmi badan kepegawaian, guna memperbaharui informasi.

“Jangan percaya oknum, yang bilang bisa memasukan jadi PNS. Wong putra dari (pejabat) yang terlibat dalam persiapan tes ini saja tidak bisa lolos. Putri Pak Jokowi kan juga tidak bisa lolos, karena tes ini dipantau dari pusat dan transparan,” ujar Wisnu. (RS)

42
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>