Sebarkan berita ini:

27-berteduhSEMARANG[SemarangPedia] – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Tengah mengisyatakan masyarakat agar tetap waspada selama peralihan kemarau basah ke hujan berintensitas tinggi, untuk tidak berteduh di bawah pohon saat hujan lebat karena berisiko tersambar petir.

Kepala Stasiun BMKG Provinsi Jawa Tengah Tuban Wiyoso mengatakan musim hujan tahun ini datang lebih awal.

Menurutnya, kedatangan musim hujan lebih awal akibat pengaruh fenomena La Nina, sehingga terjadi peralihan kemarau basah ke hujan berintensitas tinggi

Tingginya curah hujan itu, lanjutnya, diharapkan agar masyarakat untuk lebih waspada dan mengetahui tanda-tanda akan datangnya hujan lebat.

“Masyarakat harus mengenali wilayahnya. Misalnya, siang panas sore mendung dan langit tertutup awan gelap diikuti petir dan angin, ini ciri-ciri hujan lebat. Lalu jangan pula berteduh dibawah pohon saat hujan lebat karena berisiko tersambar petir,” tuturnya, di Semarang.

Berdasarkan Prakiraan Cuaca BMKG Propinsi Jawa Tengah terhitung mulai 27 September 2016 pukul 07.00 WIB hingga 28 September 2016  pukul 07.00 WIB menyebutkan sebanyak 10 kabupaten akan diguyur hujan lebat.

Daerah yang diperkirakan terjadi hujan lebat meliputi Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Klaten, Wonogiri dan Megelang. Sedangkan wilayah lainnya di Jawa Tengah selain 10 daerah tersebut diperkirakan sebagian besar hujan sedang dan lainnya hujan ringan. (RS)

109
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>