Sebarkan berita ini:

24-narkobaSEMARANG[SemarangPedia] – Upaya penyelundupan sabu dan peredaran narkoba di dalam Lembaga Pemasyaratan (Lapas) Kedungpane Semarang oleh seorang sipir Ardi Dwi Arianto, berhasil digagalkan Badan Narkotika Nasional Propinsi ( BNNP) Jawa Tengah.

Ardi Dwi Arianto tertangkap tangan di sekitar Jalan Dokter Cipto saat mengambil paket sabu dari seseorang kurir bernama Tatang, warga Asrama Sidodadi, Kelurahan Tanjung Emas, Semarang.

“Pada Jumat 21 Oktober 2016 sekitar pukul 6.30 WIB, terlihat mobil Avanza Nopol AD-8630-HN terparkir dalam kondisi mesih hidup. Tidak berselang lama datang pengendara motor yang dikendarai Ardi Dwi Arianto menghampiri mobil avanza, kemudian Tatang pengemudi mobil Avanza turun dan menyerahkan tas warna pink dan rencannya sabu tersebut akan diedarkan kedalam Lapas”, ujarnya, Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjend Tri Agus Heru saat gelar perkara di Kantor BNNP Jawa Tengah, Senin. ( 24/10)

Dari tangan keduannya petugas  menyita tas warna pink, setelah dibuka terdapat lima bungkus bubur kincau yang di bungkus kertas warna coklat. Saat di buka salah satu bungkus yang ditandai dengan 3 staples, petugas menemukan sebuah plastik putih yang didalamnya terdapat tiga paket sabu seberat 30 gram.

Di dalam mobil Petugas juga mendapati satu paket sabu seberat 1 gram, yang rencananya akan di serahkan kepada seorang napi Lapas Kedungpane bernama Catur Setiono.

“Dari keterangan tersangka Ardi, baru tiga kali memasok sabu ke dalam lapas dan barang tersebut akan diserahkan kepada seorang napi narkoba bernama catur,” tuturnya

Setelah melakukan koordinasi dengan Kanwil Kemenkum HAM Jawa Tengah, Petugas BNNP Jawa Tengah Juga mengamankan Catur Setiono dan menyita alat komunikasi yang diduga digunakan untuk mengatur peredaran narkotika.

Catur Setiono merupakan narapidana kasus narkotika yang dihukum empat tahun dua bulan penjara. Catur adalah warga Jalan Sendang Indah Barat II, Kelurahan Muktiharjo, Semarang.

Atas Perbuatannya ketiga Tersangka dijerat Pasal 114, 112, dan 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman Hukuman minimal 5 tahun penjara, maksimal 20 tahun bahkan hukuman mati. (HN/RS)

216
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>