Sebarkan berita ini:

14-bnnSEMARANG[SemarangPedia] – Badan Nasional Narkotika Propinsi Jawa Tengah berhasil menggagalkan pengiriman paket sabu dari Bangkok Thailand, melalui Kantor Pos Indonesia. Selain menyita sabu seberat kurang lebih 180 gram, petugas juga mengamankan dua orang kurir jaringan internasional.

Keduanya diketahui merupakan saudara kandung atau kakak beradik, masing-masing bernama John Sri Satrio Hantoro alias JSSH yang bertempat tinggal di Jalan Gotong Royong RT 04 RW 01, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik Semarang dan Ari Aji Soka Bawono, seorang narapadina yang mendekam di Lembaga Pemasyarakat (LP) Kelas II B, Klaten, Jawa Tengah.

Meski tersangka Ari tersandung kasus narkoba, namun sanggup mengendalikan dari di dalam lapas. Bahkan seseorang pemasok sabu diketahui bernama Tony J, warga asal Phemenumpin Bangkok Thailand.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo mengatakan pengungkapan peredaran sabu jaringan Internaional kerja sama antara petugas gabungan dari BNNP Jateng, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Mas Semarang, Kantor Pos dan Kanwil Kum Ham

“Berawal adanya kecurigaan petugas kantor pos terhadap  sebuah paket dari negara Thailand untuk warga Semarang. Setelah dilakukan pemeriksaan dengan alat pemindai oleh petugas Bea Cukai di Kantor Pos, ditemukan sebuah benda yang mencurigakan di dalam sol sepatu, Rabu. (12/10),”  ujarnya di kantor BNNP Jawa Tengah Jalan Madukoro, Jumat. (14/10)

Memproleh info tersebut, petugas BNN kemudian melakukan pengembangan dengan melakukan koordinasi dengan institusi terkait. Hingga pada sehari setelahnya atau pada Kamis (13/10), seseorang atas nama John Sri Satrio Hantoro dibekuk usai mengambil paket di kantor pos di kawasan Imam Barjo Semarang.

Petugas mendapati paket berisi sabu yang diletakkan di bawah sepatu. Petugas kemudian melakukan pengembangan dan menangkap pelaku Ari yang masih mendekam di dalam lapas Klaten Jawa Tengah.

Menurutnya, untuk memudahkan penyidikan, BNN Jateng memindahkan tersangka dari tahanan lapas Klaten ke lapas Kedungpane Semarang. Keduannya  bakal di jerat dengan pasal 112 dan 132 undang-undang narkotika nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati. (HN/RS)

190
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>