Sebarkan berita ini:

unnamed-13SEMARANG [SemarangPedia] – Badan Narkotika Nasioanal Provinsi (BNNP) Jawa Tengah (Jateng) menyambut baik kunjungan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Aku Mandiri terkait upaya pemberdayaan alternatif dan banyak aspek yang dapat dikerja samakan.

Hal tersebut disampaikan oleh, Kepala BNNP Jateng, Brigjen Tri Agus Heru, saat menyambut rombongan UMKM Aku Mandiri beserta rombongan audensi di kantor BNNP Jateng di jalan Raya Madukoro, AA-BB, Kota Semarang. Pasalnya BNNP Jateng ingin memberikan ketrampilan bagi para binaan agar nantinya dapat mempunyai ketrampilan setelah menjalani pasca rehabilitasi.

“Kami juga mempunyai misi bersama Instansi Pemerintah maupun komponen masyarakat dan Swasta di Provinsi Jawa Tengah dalam rangka melaksanakan: Pencegahan, Pemberdayaan Masyarakat, Penjangkauan dan Pendampingan, Pemberantasan dan Didukung tata kelola pemerintahan yang akuntable, dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN),” jelasnya kepada semarangpedia.com, Kamis (20/10).

“Banyak peluang yang dapat dikerja samakan antara BNNP Jateng dengan UMKM Aku Mandiri karena mempunyai program yang hampir sama,” katanya.

Madiyo Sriyanto sebagai Wakil Ketua UMKM Aku Mandiri, menyatakan, pihaknya akan mensinergikan antara dua intasi ini yang memiliki kesamaan program kerja. “Kita sebagai wadah asosiasi harus wajib membantu pemberantasan narkoba di negeri ini khususnya di Jateng. Nah sebagai pelaku usaha kami ini mensinergikan dalam bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya menawarkan berbagai macam fasilitas nantinya dalam kegiatan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat. “Dalam hal ini UMKM Aku Mandiri akan memberikan mentor tetang kewirausahaan dalam berbagai bidang diantaranya, komoditas agro bisnis, pertanian, peternakan, potografi dan multi media,” ungkapnya.

Kesimpulannya adalah, Kepala BNNP Jateng, Brigjen Tri Agus Heru, menambahkan, Salah satu hal yang juga menjadi poin penting nantinya dalam kerjasama ini adalah penekanan laju demand dengan melakukan pemberdayaan pada klien pasca rehabilitasi dalam pembuatan maupun pemasaran produk yang mereka hasilkan sehingga mereka dapat memulai kehidupan baru dan meninggalkan dunia narkoba. “Sehingga ke depan lambat laun permintaan narkoba akan menurun dan Indonesia yang sehat, kuat, Hebat tanpa narkoba pun dapat terwujud,” pungkasnya.

115
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>