Sebarkan berita ini:

9-SabuSEMARANG[SemarangPedia] – Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah berhasil menangkap seorang kurir pengedar sabu saat bertransaksi di Daerah Surakarta.

Seorang kurir sabu bernama Fiqi alias Brewok warga asal Babakan, Kelurahan Tangeran Kota Tengeran/ Banten. Tersangka ditangkap petugas BNNP Jawa Tengah saat akan melakukan bertransaksi di sebuah barbershop, di Jalan Gajah Mada, Surakarta.

Menurut Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasteyo, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang diterima oleh petugas BNNP mengenai akan adanya transaksi narkoba, hingga petugas  kemudian meninindaklanjuti Intelejen BNNP Jateng dengan melakukan penangkapan.

“Dari tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti sabu kelas satu seberat kurang dari 200 gram,” ujarnya di kantor BNNP Jawa Tengah Jalan Madukoro, Semarang.

Tersangka diketahui berangkat dari Jakarta dengan menggunakan kereta dan turun di Stasiun Balapan Solo Minggu (7/8) sekitar pukul 16.30 WIB. Dari  stasiun, tersangka kemudian naik becak menuju ke lokasi tempat di mana akan melakukan transaksi.

Sabu kelas satu tersebut rencananya akan diserahkan kepada seseorang berinisial T warga asal Solo Baru, T bersama sopir berinisial L diketahui sudah menunggu di dekat babershop Jalan Gajah Mada Surakarta.

Keduanya mengendarai mobil warna silver bernopol AD 8619 OA. Petugas akhirnya berhasil menangkap tersangka Fiqi,  sementara tersangka T berikut sopirnya berhasil kabur

9-Kurir Sabu“Dalam pelariannya T dan sopirnya melarikan diri dan sempat menabrak kendaraan yang srdang parkir termasuk salah satu anggota BNNP Jawa Tengah,” tuturnya.

Sementara sabu dibungkus seperti Gumpalan dan biasanya di simpan di dalam tubuh dengan cara di telan.

“Sabu yang berhasil diamankan dari tersangka termasuk golongan satu.” ujarnya

Menurutnya, untuk proses hukum selanjutnya, tersangka diamankan di Kantor BNNP Jateng. Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu seberat kurang lebih 187 gram.

Atas perbuatannya tersangka akan terancam pasal 114 ayat 2 dan atau 112 ayat 2 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati

Hingga kini,  tim BNNP Jateng masih melakukan pengembangan termasuk mengungkap jaringan lain yang diduga terlibat. (HN/RS)

142
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>