Sebarkan berita ini:

Processed with VSCO

SEMARANG[SemarangPedia] – Bobomagz merupakan sebuah industri kreatif dalam bidang seni mengambar menampilkan berbagai keterampilannya pada workshop kreatif di acara Urban GiGs Lawang Sewu Sabtu malam lalu (20/8).

Bobomagz yang diciptakan oleh pemuda ilustrator asli Semarang bernama Puthut Aldoko Wilis, atau lebih dikenalan dengan Bobo sering tampil melukis dan menjukan keterampilan beragam project menggambar di tembok (mural), toko dan pusat kuliner di Kota Semarang maupun luar kota lainnya.

Hadirnya Bobomagz dalam mengisi workshop kreatif di acara Urban GiGs Lawang Sewu akhir pekan lalu sangat ditunggu para penggiat seni mengambar yang antusias ingin melihatnya.

Workshop kreatif yang mengangkat Hand Lettering + Ilustration itu, Bobomagz memberikan pengarahan kepada 20 perserta workshop dalam mengkombinasikan sebuah karya Hand Lettering, berupa seni mengeksplorasi karakter huruf secara konsisten menjadi sesuatu yang indah dengan goresan ilustrasi, sehingga menghasilkan gambar yang berbicara dan mampu menyampaikan pesan.

 

Processed with VSCO

“Kali ini dalam Urban GiGs, tema yang diangkat adalah Lawang Sewu. Peserta sebelumnya kita ajak berimajinasi dengan memberikan bayangan- bayangan dari komposisi, proporsi dan konten utama dalam gambar ilustrasi,” tutur Bobo sapaan akrab Puthut Aldoko Wilis kepada Semarangpedia.com

Pemuda alumni jurusan arsitektur Universtas Katolik Soegijapranata (Unika) ini menuturkan untuk mekombinasikan keduanya antara sulit dan tidak sulit. Bagi yang memang tingkat menggambarnya cukup, proporsi yang digambar mudah di tangkap di otak.

“Disini dibebasakan untuk ikut, selain pengambar yang sudah mahir, kita juga memberikan arahan kepada teman – teman pemula dalam mengambar ilustrasi,” ujarnya

Hasil mengambar dari workshop itu, Bobomagz memberikan 10 frame kepada perserta  yang  mampu mengambar dengan baik untuk dipajang masing masing individu.

Selain workhsop, live mural oleh Aditharama yang juga kawan dari Bobo di Lare Studio tidak kalah mengesankan dengan menyelesaikan tembok mural berukuran 7×2 meter dalam waktu lima jam. (RS)

192
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>