Sebarkan berita ini:

Processed with VSCO

SEMARANG[SemarangPedia] РFungsi Boomerang sekarang ini tidak lagi menjadi alat beburu seperti yang dilakulan suku Aborigin Australia. Senjata lempar ini telah beralih menjadi permainan olahraga yang dapat dipelajari  secara detail cara kerjanya.

Sebagian orang mungkin awam mengetahui cara kerja maupun membuat sebuah bumerang. Bahkan hanya sebatas bisa melempar dan menangkap.

Kegiatan workshop yang diselenggarakan Komunitas Boomerang Sport Semarang (BoSS), pekan lalu permainan Bumerang dijelaskan tidak hanya memahami cara kerja, tetapi juga secara detail membuatnya.

Di Lapangan Rindam Tembalang Semarang, workshop yang diikuti 20 anggota komunitas, diberikan penjelasan seputar cara kerja sekaligus praktik membuat dan menguji coba bumerang

Listyo Bramantyo, Ketua Bidang Penelitian dan Asosiasi Bumerang Indonesia (Litbang ABI) mengatakan kegiatan itu para anggota tidak hanya melempar dan menangkap, namun, juga diperkenalkan cara kerja bumerang dan membuat bumerang sesuai yang diharapkan.

Bumerang yang baik, lanjutnya harus dibuat secara presisi pola bumerang dan memperhitungkan keseimbangan. Pola yang dibuat boleh tiga sayap, dua sayap, maupun pola ular.

“Bahan dasar dari kayu atau plastik dengan ketebalan 3mm. Terpenting adalah membentuk airfoil (ujung sayap bumerang) dan memperhitungan cekungan di setiap sisi bumerang, karena itu mempengaruhi rotasi putaran,” ujarnya kepada SemrangPedia.com.

Processed with VSCO

Menurutnya, setelah mengupas sistem kerja bumerang, anggota langsung memperaktekan membuat bumerang dan hasilnya langsung diujicobakan.

Para  anggota dengan seksama memperhatikan betul dan mencatat point point yang dijelaskan. Sesekali gelak tawa muncul saat uji coba bumerang, karena ada yang tidak berhasil ada pula yang nyaris sempurna.

Dewi, seorang anggota yang baru tiga bulan bergabung di BoSS, terlihat serius memperhatikan betul setiap tahapan yang dijelaskan Listyo Bramantyo, ketika memberikan pengarahan pada workshop.

“Sebelumnya saya hanya sebatas bermain lempar tangkap. Setelah tahu penjelasan cara kerja bumerang, saya bisa membedakan mana yang benar dan salah,” ujar gadis berkrudung asal Semarang itu.

Sementara itu, Dedy seorang anggota senior menuturkan workshop bumerang yang itu, menjadi termotivasi baginya untuk menciptakan bumerang sesuai ekpetasi.

“Target bumerang yang saya buat ketika dilempar arah rotasinya cepat dan biasa kembali ke tangkapan sudah bisa sempurna,” ujarnya. (RS)

591
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>