Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng dan BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DIY menjalin kerja sama, sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah kepesertaan BPJS di kalangan pekerja formal maupun nonformal.

Kepala Disnakertrans Jateng Wika Bintang mengatakan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk yang formal (bekerja di perusahaan) hingga saat ini hampir mencapai 100%, seiring dengan meningkatkan ketaatan para perusahaan untuk melakukan kewajibannnya.

Namun, menurutnya, kepesertaan BPJS ketenagakerjaan untuk non formal masih rendah, sehingga akan  terus diupayakan peningkatan dan sosialisasi akan pentingnya menjadi peserta BPJS bagi pekerja  non formal.

“Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk formal  di Jawa Tengah hingga saat ini sebesar 94%. Namun untuk yang nonformal masih jauh di bawah itu,” ujarnya dalam rapat pelaksanaan pengawasan terpadu dan penandatanganan perjanjian kerja sama antara BPJS ketenagakerjaan dan Disnakertrans Provinsi Jateng, di Semarang (26/7).

Dia menuturkan agar kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tercapai 100%, pihaknya akan menjaring perusahaan dan terus mendorong agar segera mengikutsertakan pekerjanya.

“Disnakertrans Jateng terus mendorong perusahaan untuk mengikutsertakan seluruh pekerjanya pada BPJS Ketenagakerjaan, dan terus melakukan sosialisasi,” tuturnya.

Wika mengatakan kendala yang menyebabkan tingkat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di kalangan pekerja belum mencapai 100%, karena beberapa perusahaan meminta adanya pentahapan.

“Misalnya, perusahaan meminta dalam  setengah tahun ini sekian (pekerja yang diikutsertakan BPJS Ketenagakerjaan) dulu, sisanya pada periode berikutnya,” ujarnya.

Dengan demikan, dia menambahkan sebagai upaya kepentingan perbaruan data jumlah pekerja yang sudah ikut BPJS Ketenagakerjaan, pihaknya mendorong perusahaan untuk memberikan keterangan secara online melalui aplikasi wajib lapor ketenagakerjaan.

“Pengisian data-data perusahaan, termasuk jumlah pekerja yang ikut BPJS Ketenagakerjaan, secara online dimulai April 2018 lalu,”tutur Wika.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DIY, Moch Triyono menyambut baik kerja sama melalui penandatanganan perjanjian antara pihaknya dengan Disnakertrans Provinsi Jateng.

“BPJS ketenagakerjaan Jateng-DIY  akan bersinergi dengan Pemprov Jateng dalam meningkatkan jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, karena saat ini masih ada kekurangan sekitar 6% atau mencapai 94%,” ujarnya. (RS)

29
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>