Sebarkan berita ini:
Penny L Lukito Kepala BPOM RI

SEMARANG[SemarangPedia] – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) gencar melakukan pemantauan peredaran obat dan makanan tanpa izin edar melalui cyber online sebagai upaya mencegah produk yang berbahaya bagi masyarakat.

Kepala BPOM RI Penny L Lukito mengatakan saat ini penjualan produk tanpa izin edar seperti makanan dan kosmetik seringkali dijual memalui online, hingga perlu pemantauan dan pengawasan lebih inten.

Menurutnya, untuk mencegah produk berbahaya itu, BPOM melakukan sejumlah langkah strategis di antaranya patroli cyber dan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian.

“BPOM  kerja sama dengan Kepolisian, kita ada semacam cyber patrol, mengawasi website kalau ada yang menjual produk tanpa izin edar,” ujar Penny pada acara Lokakarya Efektivitas Obat dan Makanan Melalui Sinergisme dengan Pelaku Usaha di PO Hotel Semarang, Selasa (6/11).

Tidak hanya pengawasan cyber,  lanjutnya, pihaknya  juga menggandeng pihak ekspedisi  untuk ikut serta melakukan pengawasan.

“Misalnya, jika mereka menemukan produk mencurigakan agar segera melaporkan kepada BPOM,” tuturnya.

Di sisi lain, tutur Penny, BPOM juga memanfaatkan kemajuan teknologi untuk kemudahan pelayanan pendaftaran produk lewat online.

“Ya bisa online, kecuali obat, kalau obat kan risiko lebih tinggi. Obat baru harus uji klinis dan lain-lain, butuh waktu,” ujarnya.

Penny menuturkan jika produk lokal termasuk dari UMKM sudah terdaftar BPOM
diharapkan mampu menekan produk tanpa izin edar di pasaran.

“Jika UMKM terdaftar BPOM, maka pilihan masyarakat untuk mencari produk yang aman semakin besar dan penjualan produk tanpa izin edar bisa ditekan,” tutur Penny.

Dalam Lokakarya tersebut, diberikan juga nomor izin edar kepada para pelaku usaha UMKM. Selain itu ada juga Sertifikat cara pembuatan obat tradisional yang baik dan cara pembuatan kosmetik yang baik. Pameran UMKM juga dibuka di Mall Paragon yang berada di Hotel PO, Semarang.

BPOM juga mengajak para pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan serta pengawasan berbagai obat dan makanan.

Dalam pengawasan obat dan makanan, BPOM mulai meningkatkan layanan kepada publik dengan menggandeng pelaku usaha agar sitem yang akan diterapkan dapat lebih ditingkatkan sesuai yang diharapkan.

“Kami mengharapkan saran dari para pelaku usaha dalam perbaikan sistem pelayanan publik, agar dapat memberikan layanannya prima kepada masyarakat khususnya pelaku usaha,” ujarnya.

Menurutnya, efektivitas pengawasan obat dan makanan tidak lepas dari komitmen pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat. Sinergisme tersebut akan mewujudkan tercapainya kesehatan bangsa dan daya saing produk baik dalam maupun luar negeri. (RS)

44
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>