Sebarkan berita ini:

29-Vaksi palsu Semarang1SEMARANG[SemarangPedia] – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang mengendus tiga penyedia sarana vaksin yang diduga palsu beroperasional di wilayah Kota Semarang, dan  vaksin yang disediakan ketiga sarana itu masih dilakukan uji laborat.

Kepala BPOM Kota Semarang Endang Pudjitami mengatakan, dugaan temuan vaksi palsu itu setelah dilakukan penelurusan terhadap 43 penyedia sarana dan diketahui terdapat beberapa di antaraanya tidak melalui prosedur resmi.

“Dugaan itu masih kita uji laboratorium. Hasilnya bisa diumumkan mendatang,” ujar dia di kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Semarang, Rabu (29/6).

Dari temuan itu, lanjutnya, sampel vaksin yang diduga palsu akan dikirimkan kepada pemerintah daerah ke jakarta, guna membandingan keaslian vaksi asli dengan palsu dan proses pemeriksaan lebih lanjut.

Sejauh ini, operasi BPOM bersama sejumlah organisasi profesi dan asosiasi farmasi di lapangan belum menemukan vaksi palsu yang beredar di Jateng.

Namun, nama perusahaan penyalur vaksin tidak resmi belum disebutkan “Tidak etis kami sampaikan. Yang jelas di kota Semarang,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Prabowo Yulianto mengatakan merespon cepat atas reaksi munculnya dugaan vaksin di wilayahnya. Namun demikian, dia menjamin tidak ada vaksin palsu beredar. Beberapa penyalur vaksin memperoleh dari jalur-jalur resmi.

Menurutnya, beberapa penyedia sarana mendapat pengadaan vaksin melalui jalur resmi, sehingga sangat tidak mungkin bila lewat jalur resmi terdapat vaksin palsu .

Vaksin yang beredar diperoleh melalui pengadaan Kementerian Kesehatang dan didistribusikan langsung kepada pemerintah daerah. Bahkan Jateng mendapat vaksi, kemudian distribusikan ke rumah sakit swasta dan negeri yang membutuhkan secara gratis.

Semua klinik, bidan praktek, apotek, dan rumah bersalin harus melalui jalur resmi. Langkah lain menekan peredaran palsu harus memiliki dokumen lengkap.

Beberapa distributor vaksin resmi di Jateng, di antaranya PT Anugerah Farmindo Lestari, PT Bio farma, PT Merapi Utama, PT Rajawali, PT Musindo, PT Global permata Medika, dan PT Anugerah. (RS)

144
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>