Sebarkan berita ini:

BPR-BKK JTNGSEMARANG [SemarangPedia] – Kalangan DPRD Jateng menyarankan Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota segera menambah modal disetor pada sejumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Badan Kredit Kecamatan (BKK) yang dikelola anak perusahaan milik pemerintah daerah bersangkutan (BUMD).

Anggota Komisi C [Bidang Anggaran dan Keuangan] DPRD Jawa Tengah Jamaluddin mengatakan penambahanan modal disetor pada bpr-BKK sebagai upaya untuk memberbesar alokasi penyaluran dana pinjaman yang kan diberikan pada kalangan penguasaha mikro yang membutuhkan.

”BPR- BKK yang sehat dan bagus harus diberi tambahan modal, bahkan Pemprov dan pemkab harus berani malkukan upaya itu,” ujarnya, Selasa (19/4)

Data Biro Perekonomian Pemprov Jateng menyebutkan terdapat beberapa BPR-BKK yang kredit produktifnya bagus di anataranya Sragen mencapai Rp 409,4 miliar dengan rasionya 89,29%, di susul abupaten Banjarnegara senilai Rp 264,1 miliar dengan rasio 79,04%.

Namun demikian, lanjutnya, masih juga sebagian yang minim penyaluran kredit produktif di bawah 30%, seperti Kota Semarang 12,7%, Kota Salatiga 14,6%, , dan Kota Pekalongan 18,06%.

Menurutnya, penambahan modal itu dilakukan, juga sekaligus untuk mendorongan dan mendukung progam peningkatkan ekonomi masyarakat menengah bawah, sesuai kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Pada 2015, rasio kredit produktif BPR- BKK se-Jateng mencapai sebesar 59,27%. Ini masih perlu didorong terus menerus,” tuurnya.

Kredit produktif, dia menambahkan bakal mendorong pergerakan sektor riil di alnagan usaha masyarakat, sehingga Komisi C meminta agar ekspansi kredit BPR-BKK memprioritaskan ke sektor tersebut.

Saat ini, peran BPR BKK sangat penting dalam intermediasi keuangan, khususnya kepada golongan ekonomi lemah.

Biro Perekomian Pemprov Jateng mencatat, angka penyaluran kredit produktif BPR BKK meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2013, kredit produktif tersalurkan Rp 2,93 triliun atau 55,31%, meningkat pada 2014 menjadi Rp 3,55 triliun atau 59,39%, dan pada 2015 menjadi Rp 3,9 triliun.

168
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>