Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Badan Pusat Statistik (BPS) secara nasional akan menggelar sensus penduduk mulai 2020 hingga 2021, yang merupakan kegiatan rutin 10 tahunan dan kali akan dilakukan berbeda dengan yang sebelumnya.

Kepala BPS Jateng Sentot Bangun Widoyono mengatakan berdasarkan kondisi dan perkembangan global, metode sensus pada 2020 menggunakan sistem registrasi untuk menuju progran Satu Data Indonesia.

Sensus penduduk pada 2020, lanjutnya, BPS akan menggandeng bersama Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial dan Kementerian Agama.

Menurutnya, untuk teknis pencacahan berbeda, karena masyarakat yang akan melakukan “update” atau memutahirkan data kependudukannya sendiri. Bagi masyarakat yang tidak menguasai teknologi, BPS akan menerjunkan 128.000 petugas untuk face to face dengan masyarakat.

“Sensus Penduduk 2020 memang berbeda, karena biasanya petugas yang mengunjungi tempat tinggal penduduk, tetapi kali ini masyarakat bisa meng-update data sendiri,” ujarnya saat menemui Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di rumah dinas Puri Gedeh, Senin (12/8).

Dengan demikian, tutur Sentot, sensus penduduk yang rencananya akan dilaksanakan sekitar Maret-April 2020 itu akan menjadi “hajatan” bagi seluruh rakyat dan lembaga.

Jika dalam sensus penduduk sebelumnya itu menghasilkan data yang berbeda dengan KTP, sendudu kali ini justru akan memperbaiki data kependudukan seperti yang tertera di KTP.

Langkah tersebut sejalan untuk menjawab kebutuhan data kependudukan yang tunggal sehingga data penduduk tidak hanya dibutuhkan untuk mengetahui jumlah dan strukturnya, namun juga berbagai kepentingan lainnya.

“Seperti halnya Kemenristekdikti sudah menggunakan NIK terkait dengan nomor induk mahasiswa, ke depan mungkin dengan data tunggal tersebut untuk membuka rekening dan sebagainya,” tuturnya.

Untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 di Jateng, BPS meminta kepada Gubernur untuk memerintahkan kepada organisasi perangkat daerah, termasuk lembaga swasta untuk turut peduli dan terlibat pada kegiatan 10 tahunan itu.

Sebelum pelaksanaan sensus, akan didahului dengan sejumlah tahapan seperti sosialisasi dan pemberian berbagai penjelasan mengenai teknisnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menuturkan jika data penduduk selama ini tidak pernah valid. Meski begitu, single data penduduk hanya BPS yang memiliki, sehingga tetap menjadi acuan untuk menghitung data pendukung Pemilu.

“Saya berharap, sensus ini akan jauh lebih cepat dan singkat. Kerja sama dengan Disdukcapil dengan mendigitalisasi itu bisa membuat data lebih akurat,” ujarnya. (RS)

1
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>