Sebarkan berita ini:

SEMARANG [SemarangPedia] – Setiap bulan Ramadhan khususnya di waktu berbuka puasa Masjid Jami Pekojan yang berada di Jalan Petolongan 1 Purwodinatan, Semarang Tengah, rutin membuat dan membagikan menu jaburan berupa bubur India.

Sajian bubur India itu memang sudah jadi suguhan khas masjid tertua di Kota Semarang sejak 1878. Terhitung sudah lebih dari seabad tradisi itu dijalankan dan sampai kini masih dipertahankan.

Ahmad Ali, muslim keturunan Gujarat  Arab India mengatakan racikan bubur pertama kali diperkenalkan oleh musafir asal Gujarat India yang datang ke Jalan Pekojan.

“Awalnya pada saat bulan Ramadhan Gujarat India membuat bubur India dan dibawanya untuk berbuka puasa di Masjid Jami, lambat laun aktivitas itu menarik perhatian Takmir masjid kala itu, sehingga terjadilah saling kerja sama dan akhirnya tercipta tradisi bubur India untuk menu berbuka sekaligus menularkan resepnya secara turun temurun hingga kini,” tuturnya

Menurut Ali, untuk menyuguhkannya bubur dibuat setelah shalat dhuhur dengan menyiapkan 20 kg beras setiap harinya dan adonan rempah – rempah khas.

“Cara memasak bubur India ala Masjid Jami’ Pekojan memang unik. Pertama air direbus bersama beras ke dalam kuali, hingga menjadi bubur kurang lebih tiga jam,” ujar pria generasi ke empat yang dipercaya meracik bubur India di Masjid Pekojan beberapa waktu lalu.

Kemudian lanjutnya delapan jenis rempah-rempah beraroma kuat di antaranya jahe, serai, cengkeh, daun salam, daun pandan, wortel, kayu manis, sayuran. dan bawang merah dan putih, dicampurkan ke dalam adonan bubur dan diaduk secara konsisten agar tekstur dan aroma bubur tetap terjaga.

“Jadi menjelang buka pukul 14.30 bubur india siap di sajikan ke Mangkok kecil warna-warni yang nantinya dibagikan kepada musafir yang kebetulan melintas dan ingin berbuka puasa di Masjid Jami Pekojan,” ujarnya.

Sebagai pelengkap tambahnya bubur india disajikan, air Zam-Zam, kurma, teh susu tarik dan buah semangka sebagai pencuci mulutnya.

“Untuk pembuatan bubur ini sepenuhnya di danai dari donatur  pengusaha sekitar dan beberapa jamaah yang mampu baik itu beras maupu bahan rempahnya,” tuturnya. (RS)

160
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>