Sebarkan berita ini:

29-Buku Ganjar1SEMARANG[SemarangPedia] – Buku Kontroversi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo resmi diluncurkan yang diawali dengan pameran foto karya Chandra AN hingga bedah buku oleh Pakar Komunikasi Politik UI Effendi Gazali, Budayawan Prie G.S, dan Ketua PWI Jateng Amir Machmud.

Buku itu ditulis tiga jurnalis terdiri Isdiyanto, Budiono Isman dan Solikun. Buku yang diterbitkan Gramedia dan resmi di launching pada Rabu (29/6) sore di Toko Buku Gramedia Balaikota Lantai 2, Gedung Hotel Amaris, Jalan Pemuda 138 Semarang.

Menurut Efendi Ghazali, buku ini benar-benar luar biasa bukan hanya karena judulnya yang kontroversi, Namun Bukunya belum di launching dan bedah tapi sudah pada selfie

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang juga hadir dalam acara tersebut tidak mempersoalkan jika ada pihak yang menilai baik maupun buruk atas sikapnya seperti dalam buku tersebut.

“Saya biarkan saja apa adanya, mungkin ada orang yang senang atau tidak, tapi saya biarkan saja. Ini sungguh perjalanan saya ada buruknya, tidak disukai, bisa berkontribusi, dan sebagainya,” ujarnya.

Menurut Isdiyanto salah satu penulis buku Kontroversi Ganjar, tulisan mengulas sejumlah gebrakan Ganjar di awal menjabat hingga dua tahun.

Isdiyanto sebagai Koordinator Tim Penulis memaparkan, ada beberapa hal yang menginspirasi judul, di antaranya sikap tegas Ganjar yang tanpa kokmpromi dalam memimpin Jateng. Ketegasan itu rupanya melahirkan “gegar budaya birokrasi”.

“Diharapkan setelah membaca buku ini akan ada kanalisasi persepsi dan gerak langkah yang seiring sejalan antara Ganjar dan berbagai elemen masyarakat dalam membangun Jateng. Buku ini mampu membentuk partisipasi aktif dan kritis masyarakat terhadap kepemimpinan Ganjar Pranowo,” tuturnya.

Buku 325 halaman tersebut terbagi dalam empat bab. Bab pertama “Jalan Berliku Menjadi Jateng Satu” berisi biografi singkat Ganjar dari masa kanak-kanaknya di Tawangmangu, Karanganyar, semasa menjadi aktivis mahasiswa di Universitas Gadjahmada Yogyakarta, hingga menjadi wakil rakyat di Senayan. Bagaimana intuisi Megawati Soekarnoputri berperan besar dalam pemilihan Ganjar sebagai Gubernur juga menjadi rangkaian kisah yang menarik diikuti.

Bab kedua “The Rockin’ Governor” adalah bagian ketika mandat rakyat Jateng telah tersemat di pundak Ganjar. Sebagai gubernur, Ganjar dituntut segera merealisasikan janji dan mimpi yang ditebarnya pada masa kampanye.

Proses mewujudkan janji ini menghadirkan sejumlah kontroversi yang dibahas tersendiri di bab tiga. Di bab “Kontroversi”, penulis membeberkan konflik Ganjar dengan sejumlah pihak. Dari wartawan, legislatif, buruh, pengusaha, petani, nelayan, birokrasi. Tak ketinggalan, dibahas juga temuan pungli saat sidak Ganjar ke Jembatan Timbang Batang yang menghebohkan.

Pada bab terakhir “Nasihat Kepada Ganjar”berisi tulisan sejumlah tokoh, di antaranya Ketua DPP PDIP Idham Samawi, Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto, mantan Gubernur Jateng Ali Mufiz, Ketua MUI Jateng Ahmad Darodji, dan Dirut Sido Muncul Irwan Hidayat.

Para tokoh tersebut menuliskan pandangan-pandangannya tentang gaya kepemimpinan Ganjar, dan harapan-harapan untuk Jateng lebih baik ke depan. (RS)

 

 

160
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>