Sebarkan berita ini:

9-GULA PASIRSEMARANG[SemarangPedia] – Bulog Divre Jateng berupaya ikut berpatisipasi menekan laju inflasi, dengan mengelola beberapa komoditas di antara gula kristal yang dipasarkan melalui outlet di sejumlah pasar tradisional.

Kepala Bulog Divre Jateng Usep Karyana mengatakan Bulog tidak hanya mengelola pasokan beras, namun juga memeroleh penugasan khusus untuk mengelola beberapa komoditas penyumbang inflasi.

“Selain beras, kami juga mengelola jagung, kedelai, gula, komoditas-komoditas yang menyumbang inflasi seperti bawang merah dan bawang putih. Itu sudah kami lakukan untuk ikut mengendalikan inflasi menjelang Lebaran lalu,” ujarnya di Semarang.

Salah satu langkah, lanjutnya, yang dilakukan Bulog untuk mengendalikan harga dengan mendirikan outlet-outlet gula pasir di berbnagai pasar tradisional.

Melalui outlet Bulog, dia menambahkan harga eceran tertinggi gula kristal hanya Rp13.000 per kg, hingga diharapkan mampu ikut menstabilisasi harga di pasaran yang sempat bergejolak mencapai Rp18.000 per kg.

Menurutnbya, saat bawang merah mengalami kenaikan harga Rp30.000 per kg hingga Rp40.000 per kg, Bulog melakukan intervensi dengan cara membeli di tingkat petani dan pasar, sehingga terjadi penurunan harga.

“Kalau penurunan harga berlebih, bawang merah kami kirimkan ke provinsi-provinsi lain,” tuturnya.

Sebelumnya, Perum Bulog Divre Jateng siap menggelontor 2.285 ton gula kristal melalui operasi pasar  (OP) dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp13.000 per kg. Langkah itu telah dilakukan secara bertahap sejak 14 Juli hingga pertengahan Agustus ini, sebagai upaya untuk menstabilisasi harga gula di pasaran yang saat ini melambung tinggi. (RS)

70
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>