Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Perum Bulog Divre Jateng menyiapkan 30.000 ton beras medium untuk operasi pasar (OP) di berbagai daerah yang tercatat inflasi meningkat hingga diharapkan harga kembali stabil.

Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari mengatakan OP beras akan di lakukan di 15 titik daerah yang mencatat laju inflasi cukup tinggi dan OP digelar Selasa (9/1) mulai dari Gudang Bulog Mangkang Semarang.

Pelepasan armada dan komoditas operasi pasar ini sekaligus bersamaan dengan kegiatan nasional, yang serempak dilepas oleh Menteri Perdagangan RI, di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta.

Menurutnya, khusus di Jateng, Bulog sebelumnya juga telah memasok sebanyak 10.000 ton beras dalam operasi pasar yang dilakukan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Sedangkan 30.000 ton beras medium saat ini dipasok untuk kebutuhan operasi pasar dengan menggandeng Satgas Pangan Polda Jateng dan Dinas Perdagangan, serta mitra Bulog lainnya.

“Pada prinsipnya, sepanjang masih ada pergerakan harga beras di pasaran, Bulog siap memasok beras kepada masyarakat melalui operasi pasar,” ujarnya.

Dari hasil pantauan tim satgas pangan di lapangan, lanjutnya, saat ini harga beras medium masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dipatok Rp9.450/kg dan melalui operasi pasar, beras medium akan dijual seharga Rp9.350 per kg.

“Kami jual beras di bawah harga HET, yang diharapkan mampu meredam gejolak harga di pasaran dan harga beras khususnya kelas medium yang banyak dikonsumsi masyarakat kembali stabil,” tuturnya.

Hingga saat ini, dia menambahkan kondisi cadangan beras Bulog masih relatif aman, dengan daya tahan hingga tiga bulan ke depan, sementara untuk kebutuhan Maret mendatang diprediksi akan terjadi panen raya, sehingga stok akan kembali berlimpah.

“Panen raya akan beralngsung Maretmendatang, meski saat ini serapan beras masih terbatas dari beberapa daerah yang telah masuk musim panen, di antaranya Ambarawa, Tegal dan Cilacap,” ujarnya.

Menurutnya, tahun ini Bulog Divre Jateng menargetkan serapan beras dapat mencapai 425.000 ton, mengalami kenaikan dari realisasi serapan 2017 yang hanya mencapai 378.000 ton.

“Dari serapan itu, Bulog Jateng juga masih andil dalam gerakan stabilisasi pangan melalui program moving nasional sebanyak 10.000 ton, yang dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan beras di wilayah DKI Jakarta,” tuturnya. (RS)

12
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>