Sebarkan berita ini:

4-Pelantikan 1
SEMARANG[SemarangPedia] –  Bupati dan Wakil Bupati Sragen dan Demak resmi dilantik oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk periode 2016-2021, dengan pengambilan sumpah jabatan digelar di Gedung Gradika Bhakti Praja kompleks kantor Gubernur Jateng Jln. Pahlawan, Kota Semarang, Rabu (4/5/2016).

Pejabat Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukawati dan Dedy Endriyatno sebagai Wakil Bupati Sragen dilantik untukl periode 2016-2021, sedangkan H.M. Natsir dan Joko Sutanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati Demak periode yang sama.

Ganjar mengatakan sejumlah pekerjaan rumah (PR) sudah menanti Bupati dan Wakil  Bupati Sragen serta Bupati dan Wakil Bupati Demak yang baru dilantik, sehingga setelah resmi menjabat ereka diharapkan siap melaksanakan perkejaan susuai progamnya.

“Pekerajaan rumah di Sragen dan Demak masih cukup banyak yang harus diselasaikan,” ujarnya dalam cara pelantikan itu.

Dengan PR yang banyak ini, dia  menambahkan Bupati Sragen dalam waktu enam bulan pertama bisa langsing. Karena Ibu Bupati [Kusdinar Untung Yuni Sukawati] banyak menghadiri acara, harus ke berbagai tempat dengan kesibukanya.

Menurutnya, pekerjaan rumah paling besar yang dihadapi Sragen dan Demak,terutama permasalah kemiskinan, karena kedua daerah tersebut termasuk 15 daerah zone merah miskin di Jateng.

Dia  menyebutkan angka kemiskinan di Sragen sebesar 14,87% lebih besar dibandingkan dengan Demak sebesar 14,60%.

”Jadi Demak dan Sragen bersaing dalam upaya mengentaskan kemiskinan, tapi jangan khawatir masih terdapat daerah lain yang tingkat kemiskinan masih cukup tinggi,” tuturnya.

Dia mengatakan untuk mengatasi kemiskinan tersebut tidak bisa hanya mengandalkan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), tapi perlu dukungan semua pihak, seperti pengusaha, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

”Tidak usah khawatir masih ada Gubernur yang akan ikut mengupayakan menyelesaikan permasalahan kemiskinan di berbagai daerah,” ujarnya.

Selain masalah kemiskinan, dia menambahkan PR lainnya adalah masalah infrastruktur jalan dan reformasi birokrasi. Pelayanan birokrasi harus zero pungutan liar [pungli].

Sementara itu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukawati mengatakan untuk mengatasi kemiskinan mengharpkan peran serta semua pihak, terutama para pengusaha dam masyarakat di wilayah Sragen.

”Pengusaha agar menyalurkan Corporate Social Responsibility [CSR] untuk mengatasi kemiskinan,” ujarnya.

Namun demikian, Yuni, panggilan akrab Bupati Sragen ini tidak berani memasang target penurunan angka kemiskinan. ”Masih dipelajari dulu masalahnya,” tuturnya.

 

109
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>