Sebarkan berita ini:

28-cafe-jamu-1SEMARANG[SemarangPedia]- Warung-warung jamu yang pada umumnya banyak ditemui di pinggir jalan, perkampungan dan tempat lainnya dengan penataan layout rata-rata serupa antara satu dan yang lainnya, kedengarannya sudah tidak asing lagi dan familiar.

Selain warungan, jamu juga lazim diperdagangkan dengan cara berkeliling atau asongan menggunakan gerobak dorong dan dikenal penjajanya dengan panggilan ‘mbok jamu’. Namun, dengan perkembangan jaman semakin modern penjualan jamu mulai ikutan dengan istilah Café Jamu, meski belum sepopuler Jamu Gendong.

Itu merupakan salah satu ide bisnis inovatif yang pada akhir-akhir ini mulai mengemuka, jamu yang biasanya di jual di warung-warung sederhana kini di kemas lebih modern dengan ditawarkan di tempat yang lebih mewah seperti di mall, sejumlah restoran, pertokoan, di tempat-tempat strategis dan komplek perumahan.

Produk yang di jual di cafe biasanya berupa kuliner-kuliner berkelas semacam espresso coffee, late, milk shake dan sebagainya. Namun, yang kini ditawarkan adalah jamu yang berupa sebuah minuman tradisional dengan produksi yang sudah modern, tampa ampas.

Tidak dipungkiri memang, sekilas terpikir ini sebuah ide yang mustahil. Bagaimana tidak, jamu yang sejak dulu dikenal sebagai minuman tradisional kini dapat dikemas dengan minuman rasa café.

Bukan hanya itu, jamu yang terkesan sebagai sebuah minuman kuno dan ketinggalan jaman serta penikmatnya pada umumnya kalangan orang tua sejak jaman dulu. Namun, kini mulai berubah dan diminati kalangan muda setelah jamu diproduksi dengan mesin modern ternyata dapat disajikan dengan rasa café.

Meski sebuah café dikenal pengunjungnya adalah kalangan anak muda yang bergaya hidup modern. Namun, jamu café perlahan kenyataannya mampu diminati para anak muda dan mulai dilirik sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Tentunya, untuk menarik minat pembeli yang sasarannya pasar kalangan anak muda, cita rasa jamu pun tidak dibiarkan seadanya atau seperti jaman dulu. Melainkan telah diracik dengan lebih modern dengan dikombinasikan berbagai rasa buah seperi strawberry, jeruk, angggur, mangga dan lainnya serta setelah dicampur es secukupnya diproses menggunakan blender .

Bukan hanya itu, penyajiannya pun mengikuti tema tempatnya yang modern dengan mengunakan kemasan aneka gelas minuman khas café.

28-cafe-jamu-2Kehadiran bisnis café jamu yang sekarang ini mulai bermunculan tidak lepas juga dari prakarsa salah satu petinggi industri jamu terkemuka. Direktur Utama (Dirut) PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk, J Sofyan Hidayat yang mulai gencar mengembangkan usaha ribuan cafe jamu di berbagai daerah di seluruh tanah air.

Langkah itu, tutur Sofjan, sebagai upaya untuk membuka peluang usaha dan menciptakan pekerjaan bagi masyarakat, sekaligus membantu progam pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

Café jamu yang kini mulai bermunculan bakal membantu mengangkat kembali pamor jamu seiring waktu semakin redup, terlebih di kalangan anak-anak muda yang bisa dikatakan sudah jarang atau bahkan tidak pernah lagi mengkonumsikan jamu tradisional.

“Padahal jamu adalah salah satu warisan berharga dari leluhur dan warisan budaya, sehingga sebagai warga Indonesia harus melestarikan budaya itu, mari bersama perlakukan jamu seperti warisan budaya lainnya seperti memperlakukan candi, memperlakukan keris, batik dan lain-lain,” tutur Sofjan.

Konsep cafe jamu ini digagas karena tiga tahun terakhir ini, pedagang jamu semakin berkurang dengan alasan kurang diminati masyarakat, karena kesan jamu itu pahit masih melekat di benak masyarakat.

Kondisi itu, yang mendorong SidoMuncul melakukan inovasi dengan memproduksi berbagai jenis jamu seduhan berasa enak dan manis, tanpa ampas, sehingga diciptakan meminum jamu serasa meminum sirup di cafe dan siapa saja bisa ikut membuka usaha cafe jamu dengan modal yang relatif sedikit dan bisa dikelola sendiri.

Jamu cafe pun kini akhirnya mulai bermunculan di kota-kota besar, termasuk di Kota Semarang jamu café hadir di sejumlah mall, tempat keramaian dan di komplek perumahan. Jamu café bisa dijumpai di Mall Plasa Simpanglima lantai dasar, Perumahan Banyumanik Kota Semarang, Alun-alun Ungaran  dan di berbagai tempat lainnya.

Café jamu itu, memang panyajian dan racian ramuan saling berbeda, di Mall Plassa Simpanglima Semarang, jamu café SidoMuncul diracik dengan campuran sedikit tolak angin dan alangsari tanpa pemanis, meski pembelinya sebagian masih merasakan minuman itu masih berasa alami.

Menurut Virma penjaga café jamu itu, pembeli dari kalangan anak muda diakuinya belum banyak, mengingat café jamu itu dibuka belum lama dan belum diketahui banyak konsumen, selain ramuannya memang tidak menggunakan pemanis dan prosesnya dengan peralatan shakers koktail tidak memanfaatkan blender, sehingga peminatnya masih relatif sedikit.

gelas-cafe-jamu“Ramuan jamu café ini, tanpa pemanis hingga rasanya alami dan konsumen juga belum banyak yang mengetahui café jamu ini ada di Mall Plasa Simpanglima, Semarang” tutur Verma kepada semarangpedia.com.

Berbeda dengan café jamu yang dibuka di Perumahan Banyumanik, semakin hari makin banyak konsumennya dan hampir mereka yang datang kalangan anak muda. Di Café yang berlokasi di Jati Sari Banyumanik ini racikan dan ramuannya dengan menggunakan pemanis gula cair, tanpa harus dicampur dengan tolak angin maupun alangsari.

Muhammad Arif pemilik café jamu produk SidoMuncul di Banyumanik itu menuturkan, racikan jamu dan ramuan hanya tiga macam. Jika konsumen meminta jamu pegel linu rasa angggur, campurannya jamu pegel linu, Kuku Bima energi rasa anggur dan pemanis gula cair secukupnya serta beberapa es batu kemudian diproses menggunakan blender hingga setelah jadi seperti jamu berasa café, enak dan manis.

Namun, lanjutnya, jika konsuen meminta pegel linu rasa mangga, jeruk, nanas, original, jambu, kopi, mupun susu soda, racikan jamu dengan campuran kuku bima energi rasa buat itu, sesuai selera serta pilihan mereka.

Konsumen di kawasan Banyumanik, dia menambahkan lebih menyukai ramuan seperti itu hingga rasanya tidak kalah enak dengan minuman di cafe-café. Semua jamu yang disediakan produksi SidoMuncul.

Minuman jamu yang dikemas dalam gelas cafe jamu itu, akan mengandalkan jenis jamu rasa enak meliputi Jamu Galian Putri, Kuku Bima Gingseng Instan, Kuku Bima Tribulus Instan, Pegel Linu, Sehat Lelaki dan lainnya.

Kukubima Energi Herbal menggunakan bahan Green Coffee ( untuk menyegarkan badan), ginseng , royal Jelly ( sebagai tonikum & stamina ) dan untuk pemanisnya menggunakan gula murni serta daun stevia.

Program usaha cafe jamu SidoMuncul itu, bertujuan selain agar masyarakat mudah mendapatkan usaha dan pekerjaan, juga untuk mendorong minat wirausaha bagi semua lapisan masyarakat di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Munculnya café-cafe jamu itu, tentunya menunjukkan warga Indonesia tidak ingin ke depan jamu hilang sama sekali hingga tidak dikenal di masyarakat, bahkan pasar dunia.

836
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>