Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Pengamat politik dari Universitas Diponegoro Semarang Yulianto mengingatkan calon tunggal Pilkada yang akan digelar di Kabupaten Pati Februari 2017 untuk tidak terlena dengan lawan kampanye kotak kosong.

Menurutnya, para pendukung kotak kosong merupakan hak politik warga setempat yang biasanya digunakan oleh warga yang kecewa dengan pemimpinnya atau petahana.

“Pendukung calon tunggal tidak boleh intimidasi mereka yang mekampanyekan kosong. Mereka yang kampanye kotak kosong biasanya adalah mereka yang kecewa dengan pemimpinnya,” ujarnya seusai media gathering, di Semarang, Jumat. (16/12)

Dia menuturkan untuk medapatkan legitimasi calon tunggal harus mengantongi di atas 50% suara. Apabila, perolehan suara dibawah 50% calon akan kehilangan legitimasi dalam memimpin.

“Memilih kotak kosong itu pilihan politik, bukan golput. Melawan kotak kosong juga pernah terjadi saat pemilihan kades di Kabupaten Boyolali yang berlangsung hingga enam kali,” tuturnya.

Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati telah menetapkan satu pasang tunggal untuk calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Februari 2017.

KPU Pati menetapkan petahana yang juga calon Bupati Haryanto dan calon Wakil Bupati Saiful Arifin dalam rapat pleno terbuka di Pati, Senin. (24/10)

Petahana Haryanto dan Saiful Arifin diusung oleh delapan partai politik, yaitu PDI Perjuangan, PKB, Gerindra, Demokrat, Golkar, PKS, Hanura, dan PPP. Total dukungan untuk mereka di dewan sebanyak 46 kursi. (RS)

114
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>