Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] –  PT CDS Asia Electronics – produsen lampu tenaga surya asal Amerika Serikat merelokasi pabriknya dari China ke Semarang, dn dijadwalkan segera beroperasi setelah mengantongi izin fasilitas Kawasan Berikat.

Fasilitas Kawasan Berikat resmi didapatkan perusahaan dari Bea Cukai Jateng DIY yang telah diterbutkan pada Kamis(18/3).

Direktur PT CDS Asia Electronics Danny Sooferian yang mengikuti proses perizinan dari Amerika secara daring, mengapresiasi pemberian fasilitas dari Pemerintah Indonesia dan berharap perusahaannya dapat berkembang lebih pesat.

Danny juga berterima kasih karena dalam proses perijinan, tidak mengeluarkan biaya, dan pihaknya juga tidak akan mentolerir hal tersebut.

Menurutnya, sebelumnya pihaknya telah melakukan survei di beberapa negara seperti Vietnam dan Filipina. Pertimbangan nilai ekonomis menjadi penilaian komprehensif yang akhirnya membuat pihaknya memilih lokasi Jawa Tengah, Indonesia sebagai tujuan relokasi. Kawasan Berikat menjadi salah satu pertimbangannya.

“The cost of containers, being ship from China to Philippines were very low (not much). However, the problem was that the exportation cost, the importation cost, was very high.   So, the duties in merchandise or components in Philippines were much too high compare to Indonesia,” ujar Danny mencontohkan.

Sementara itu, Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Amin Tri Sobri berpesan agar perusahaan memenuhi seluruh ketentuan yang ada, sehingga tercipta hubungan baik dan saling menguntungkan antara Pemerintah Indonesia dengan perusahaan.

Perusahaan itu, lnjutnya, diharapkan juga dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi daerah dan masyarakat di sekitar perusahaan.

PT CDS Asia Electronics yang berlokasi di Kawasan Taman Industri BSB, Mijen, Semarang itu segera beroperasi dan melakukan perekrutan karyawan cukuo banyak. Dalam tiga tahun ke depan, perusahaan merencanakan akan merekrut 1.500 karyawan.

Office Manager PT CDS Asia Electronics Arif Ferdian menuturkan perusahaan yang akan menginvestasikan senilai US$14 juta ini mengajukan permohonan fasilitas Kawasan Berikat karena perusahaan akan memperoleh efisiensi biaya dan waktu.

Arif mencontohkan dalam proses impor bahan baku tidak dilakukan pemeriksaan fisik barang di Pelabuhan. Jadi bisa langsung ke pabrik untuk proses produksi. Cash Flow juga terbantu karena tidak membayar Bea Masuk dan pajak dalam rangka impor jika hasil produksinya diekspor.

Kasi Fasilitas dan Perijinan I Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Cahya Nugraha mengatakan dengan efisiensi tersebut diharapkan perusahaan akan menghasilkan produk yang memiliki daya saing tinggi, sehingga industri akan berkembang, penyerapan tenaga kerja meningkat dan memberikan dampak ekonomi positif lainnya. (RS)

364
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>