Sebarkan berita ini:

23-citra-grandSEMARANG[SemarangPedia] – Ciputra Group merealisasikan pembukaan klaster baru dengan mengusung tema hunian mewah serta suasana alam, sebagai upaya ikut meramaikan pasar properti segmentasi menengah ke atas.

General Manager CitraGrand Ipung Jati W mengatakan permintaan pasar terhadap produk rumah dari CitraGrand terus meningkat setiap tahun, sehingga perusahaan akan ikut memanfaatkan dengan membangun klaster terbaru yang diberkan nama Yellow Leaf sebagai hunian mewah nuansa alam.

“Klaster terbatas itu, kawasan boulevard utama bakal terjual habis dalam relative singkat, mengingat arealnya tidak jauh dari kawasan  komersial,”  ujarnya akhir pecan lalau.

Menurutnya, dalam setiap hunian di klaster itu. bergaya tropis dalam lima tipe yang unik dengan kualitas bangunan premium dan harga per rumah mulai ditawaran senilai Rp600 juta per unit.

Beberapa tipe rumah yang akan ditawarkan di antaranya Rosetta dengan luas tanah 75 meter persegi, luas bangunan 63 m2, Roxanne LT 90 m2 LB 48 m2, Jasmine LT 105 LB 65, Hubert LT 120 LB 69 dan Hawkins LT 135 LB 79.

Di sisi lain, labjutnya, Ciputra Group optimistis penjualan rumah mewah akan bergairah kemabli, seiring dengan sejumlah program kebijakan pemerintah yang mendukung iklim investasi properti.

General Manager CitraSun Garden Trisena Dipayuda mengatakan salah satu kebijakan Pemerintah yang berpotensi mendorong investasi di bidang property, di antaranya paket kebijakan ekonomi dan program amnesti pajak ata tax amnesty (TA).

“Amnesti pajak hasilnya luar biasa, baik dari repatriasi maupun deklarasi. Memang belum terlihat dalam waktu dekat, tapi secara rerata penjualan naik 10%,” tuturnya.

Kota Semarang, dia menambahkan masih sangat potensial untuk pasar properti, sehingga diharapkan ke depan semakin baik, seiring dengan keluarnya kebijakan yang bersifat proinvestasi.

Dia mnuturan program TA, dinilai cukup berhasil untuk menggiring para wajib pajak melaporkan hartanya dan aset yang dimiliki, sehingga sebagian dana bisa dialokasikan untuk investasi properti.

Selain itu, pihaknya menyambut baik penurunan uang muka dan suku bunga bank. Seperti diketahui, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia yang saat ini berada di level 6,5%, dari semula 6,75%.

Tidak hanya itu, lanjutnya, terkait dengan uang muka, di beberapa bank tertentu besaran uang muka bisa mencapai 5% dengan pembayaran yang bisa dikredit hingga delapan kali.
“Kami targetkan penjualan rumah tahun depan bisa naik 10%-15%,” ujarnya optimis.

 

113
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>