Sebarkan berita ini:

SOLO[SemarangPedia] – Pesta investasi yang dikemas dengan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2017 kembali digelar oleh Pemprov Jateng, di Hotel Solo Paragon Solo, Kamis. (23/11) dan berhasil mencetakak Letter of Intent (LoI) 72 proyek dengan total investasi mencapai Rp 13,72 triliun.

Pada kegiatan Pemprov Jateng menawarkan sebanyak 121 proyek kepada investor dengan nilai investasio investasi sebesar Rp 20 triliun dan tercatat 72 proyek di antaranya  yang mebuahkan LoI.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng Prasetyo Ariwibowo mengatakankan nilai investasi dengan 121 proyek itu, meningkat dibanding CJIBF 2016 yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Pesta investasi tahun ini, dihadiri investor dari delapan negara meliputi Malaysia, Jerman, Tiongkok, Australia, India, Singapura, Amerika Serikat dan Korea Selatan.

”Beberapa LoI 73 proyek itu, di antaranya proyek Jateng Park yang dimintai Penggaron Sarana Semesta dengan PT Dwi Cakra Manunggal senilai Rp2 triliun, beberapa pengembangan kawasan wisata di Banyumas dan Banjarnegara, sektor garment di Batang dan Pemalang serta investasi warehouse di Kendal dan migas di Rembang,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan LoI itu juga tidak lepas dari upaya peningkatan layanan, karena Pemprovi Jateng bekerja sama dengan Bank Indonesia, telah meluncurkan Koridor Ekonomi Perdagangan Investasi dan Pariwisata (KERIS) Jateng, serta Sistem Informasi dan Aplikasi Perizinan (SIAP) Jateng.

Progam itu, lanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan antusiasme investor untuk masuk dan berinvestasi di wilayah Jawa Tengah.

Sementara Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong yang hadir pada kegiatan itu mengatakan realisasi investasi di Jateng hingga kuartal III/2017 sudah mencapai senilai Rp32,9 triliun atau setara dengan 108% target yang dicanangkan.

Data BKPM, dia menambahkan menunjukkan peningkatan baik untuk investasi PMA maupun PMDN. Bahkan industri makanan, minuman dan tembakau juga mengalami kenaikan, disusul sektor energi dan pembangkit listrik.

Menurutnya, pada sektor garmen perusahaan asal Korea Selatan mencatatkan rencana investasi sebesar Rp100 miliar untuk mendirikan pabrik di Jateng.

Mewakili Gubernur, Sekda Jateng Sri Puryono yang ikut hadir, sekaligus me-launching KERIS Jateng dan SIAP Jateng.

Dia menuturkan SIAP ini ditujukan untuk menyediakan layanan perizinan dan informasi peluang investasi secara online. Sedangkan  KERIS menjadi pusat informasi dan promosi terintegrasi untuk investasi, perdagangan dan pariwisata Jateng. (AR/RS)

123
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>