Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menekankan kepada calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemprov Jateng agar menjunjung integritas “Mboten Korupsi Mboten Ngapusi”, ditengah masih banyak pengaduan dugaan pungutan liar antara pihak guru dengan muridnya di sejumlah sekolah.

“Saya masih menerima laporan dari orangtua wali murid di Kebumen ada anaknya disuruh beli buku oleh gurunya, begitu juga di Sragen ada yang meminta muridnya beli batik,” ujar Ganjar dihadapan ratusan peserta pelatihan dasar dan prajabatan K2 CPNS di Auditorium Sasana Widya Praja Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jateng di Kota Semarang, Selasa (21/5).

Menurutnya, tindakan tersebut ujung-ujungnya mengambil keuntungan. Namun ada sebagian pihak yang mengatakan keuntungan tersebut merupakan rezeki. Sebaliknya ada yang bilang itu termasuk pungli. Maka terhadap adanya laporan tersebut, telah meminta Kepala Dinas Pendidikan melakukan pengecekan di lapangan.

Dia mengajukan pertanyaan tersebut kepada sejumlah peserta, apakah tindakan itu termasuk kategori gratifikasi atau tidak.

Salah satunya Astri Yuliani, seorang guru jurusan Multimedia di SMKN 1 Batang menuturkan saat masih berstatus guru honorer pernah menjual e-book hasil karyanya sendiri.

“Dulu waktu masih honorer, saya bikin e-book gratis kepada murid, tetapi dapat uangnya dari penerbit. Jadi, saya pribadi senang dapat duit. Cuma itu uang panas, adem (dingin) atau anget (hangat). Kalau bareng-bareng ya adem pak,” jawabnya seraya berseloroh.” Ampun dipotong gajinya pak,” tuturnya.

Lain halnya dengan Irwan. Perawat di RSUD Moewardi Kota Solo ini mengatakan berulang kali menolak pemberian hadiah dari keluarga pasien yang pernah dia rawat.

“Kami tegas menolak. Jadi, gratifikasi itu sesuatu barang atau uang yang diberikan kepada pimpinan untuk melancarkan suatu tujuan. Meskipun dalam tugas saya itu bentuknya berupa makanan dari pasien,” ujar Irwan.

Dengan pengakuan tersebut, Ganjar menegaskan para ASN harus berani dan berintegritas Mboten Korupsi Mboten Ngapusi. Pasalnya, gratifikasi dkhawatirkan memengaruhi sesuatu keputusan. Selain itu, pola ASN di lingkungan Pemprov Jateng saat ini harus melayani masyarakat dengan mudah, murah, cepat, dan tuntas, sehingga membuat masyarakat tersenyum.

“Mereka ini terseleksi dan terpilih. Kita ingin bibit-bibit unggul ini kita kasih imunisasi yang baik. Satu kompetensi, dua ideologi dan yang paling dasar itu integritas. Mereka tadi berani jujur dan integritasnya bagus untuk diperbaiki. Kalau dia integritas bagus, ideologi bagus, kompetensi jalan, nanti dilepas kemana mana sangunya sudah cukup. Nah, tugas kita mengarahkan mereka, mendesain mereka, mengisi mereka, untuk jadi aparatur yang tangguh,” tutur Ganjar. (RS)

10
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>