Sebarkan berita ini:

SEMARANG [SemarangPedia] – Fenomena Cyberbullying yang terjadi didunia maya sekarang ini makin hari semakin memprihatinkan, pasalnya ini bisa di kategorikan kekerasan non fisik yang kerap dialami oleh para remaja.

Memang tak bisa dibendung dengan mudahnya mengakses internet dengan gadget di era ini, hasil survey dari Mahasiswa D3 Hubungan Masyarakt Universitas Diponegoro melalui akun media sosial, kekerasan non fisik pada remaja yaitu cyberbullying menempati ranking teratas.

Kampanye Anti Cyberbulling

“Coba kita amati status yang dibikin diakun media sosial, disitu akan muncul cyberbullying yang sudah tidak terkendalikan, tetapi mereka tak menyadari akan hal itu,” terang Nadya Ayu Pitaloka, saat Kampanye Anti Cyberbullying di SMA Ksatrian 2 Semarang, beberapa pekan lalu.

Ayu menyatakan, bahwa para remaja Sekolah Menengah Atas yang gemar melakukan sekaligus menjadi korban Cyberbullying. “Hal itu dilakukan secara tulisan dengan verbal negatif seperti ejekan secara fisik,” imbuhnya.

Pemateri Kampanye Anti Cyberbullying, Agus Naryoso menyampaikan pada fase awal perkenalan, hubungan seseorang masih dalam tahapan impersonal tetapi lama-kelamaan akan menjadi intimate atau akrab dan mulai akan muncul panggilan “sayang” baik itu yang positif maupun negatif.

“Tetapi yang banyak ditemui pada remaja cenderung negatif, seperti memanggil temannya dengan sebutan yang mengejek fisiknya. Hal tersebut tanpa disadari merupakan bullying dan jika hal tersebut dilakukan melalui dunia maya dapat dikategorikan menjadi tindakan cyberbullying,” ujar Dosen Ilmu Komunikasi Undip sekaligus Ketua Program Studi D3 Hubungan Masyarakat.

Kampanye ini merupakan aksi untuk mencegah tindakan cyberbulkying karena efek dari korban akan berimbas pada rasa percaya diri dan merasa tidak pantas untuk berada dilingkungannya. Akan cenderung mengkucilkan diri, hal tersebut bisa berimbas pada prestasi siswa atau korban tersebut.

Selain melaKukan aksi anti cyberbullying, mahasiswa D3 Hubungan Masyarakat Undip juga menyerahkan bantuan perlengkapan mushola. Tujuannya tidak hanya mengajak para remaja untuk tidak melakukan cyberbullying saja, juga mengajak remaja untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta dari pada melakukan hal yang tidak pantas.

183
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>