Sebarkan berita ini:

31-zoneSEMARANG[SemarangPedia] – Sayuran dan buah-buahan merupakan jenis makanan yang memiliki tingkat ketahanannya rendah, jika tidak tersimpan dalam suhu diningin. Namun, banyak  beberapa masyarakat menaruhnya di ruang terbuka sehingga tidak terjadi pembusukan terhadap manakan tersbeut.

Kondisi itu menjadian kandungan vitamin dan setaranya menjadi hilang, meski dapat diupayakan dengan alat D’ Ozone yang diciptakan oleh Dosen Fakultas Sains dan Matematika Univeristas Diponegoro, Muhammad Nur.

Muhammad Nur mengatakan alat D’ Ozone diciptakan dengan mengadopsi sistem reaktor plasma berpenghalang dielektrik (Dielectric Barrier Discharge Plasma/DBDP), sehingga mampu menghasilkan ozon.

“Didalam reaktor memiliki komponen stainless steel yang tahan lama dan bebas korosi. Cara kerjanya akan menghasilkan ozon bekonsentrasi tinggi baik di udara maupun di air, dimana metode pengaplikasian ozon menjadi metode penyimpaanan awal sayur dan buah sebelum masuk dalam penyimpanan pendingin,” ujarnya, Senin. (31/10)

Kegunaan alat itu, lanjutnya, dapat memperpanjang masa simpan bahan makanan lainya seperti beras ikan, sehingga kualitas tetap terjaga, bisa dimanfaatkan untuk industri makanan dalam teknik packaging, serta mampu meningkatkan kulitas air di kolam renang.

“Ozon mampu membunuh serta menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur pada buah dan sayur serta makan jenis lainya, hemat energi dan aman pula jika makanan yang telah melalu proses ini untuk dikonsumsi,” ujarnya. (RS)

100
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>