Sebarkan berita ini:

8- daging-sapi1SEMARANG[SemarangpPedia]  – Walikota Semarang Hendrar Prihadi memastikan tidak ada peredaran daging sapi yang dicampur dengan daging babi hutan di sejumlah pasar tradisional di wilayahnya, menyusul rombongan petugas telah menyisir di sejumlah Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Penggaron.

Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi  mengatakan tim petugas juga sedang diminta untuk memeriksa perdagangan daging sapi, karena ada isu daging sapi ada campuran daging babi hutan, sehingga daging sebelum masuk ke pasar mereka wajib mendapat stempel di klinik kesehatan.

Dia mengakui adanya endusan yang kerap keluar masuk pasokan daging sapi dicampur daging babi hutan ke pasar tradisional. Namun , hasil pemantaian Tim Petugas tidak mendapatkan adanya daging sapi dicampur daging babi hutan maupun glonggongan.

Tidak ditemukan daging campuran itu, lanjutnya, daging gelonggong maupun campuran daging babi hutan dijamin tidakn ada. Bahkan dalam pengawasan pos pemeriksa daging kini berjalan baik.

“Dipastikan bila Kota Semarang merupakan satu-satunya kota di Jawa Tengah yang menerapkan sistem pengawasan daging dengan mewajibkan pemasok datang terlebih dahulu ke pos untuk dicek kualitas dagingnya,” ujarnya, Sabtu. (11/6)

Saat ini, dia menambahkan kebutuhan per kapita daging sapi di Semarang mencapai 11 ton per hari. Jumlah itu hanya dapat terpenuhi di RTH Semarang sebanyak empat ton, selebihnya daging sapi dipasok dari luar kota, terutama dari wilayah RTH Ampel Kabupaten Boyolali. (RS)

139
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>