Sebarkan berita ini:

DEMAK[SemarangPedia] – Sejumlah pengurus BUMDes di wilayah Kabupaten Demak berpeluang belajar ke luar negeri, sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dalam pengelolaan dana desa.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia Eko Putro Sandjojo, BSEE  MBA mengatakan pihaknya akan memberikan kesempatan bagi 4 pengurus BUMDes di wilayah Kabupaten Demak untuk belajar ke luar Negeri.

Menurutnya, Dana Desa (DD) tidak boleh digunakan untuk infrastruktur, karena akan sulit berkembang, namun dapat dimanfaatkan untuk pengembangan desa wisata yang mampu mengundang wisatawan dan memicupertumbuhan ekonomi daerahnya.

Pihaknya, lanjutnya, juga akan terus mengawal penggunaan DD karena desa perlu bimbingan dan meminta tolong kepada Pemkab Demak agar terus memantau penggunaan Dana Desa di wilayahnya.

“Dana Desa jangan digunakan untuk infrastruktur terus. Tetapi melalui BUMDes, Dana Desa bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi, sehingga bisa menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa yang pada akhirnya dapat digunakan untuk membangun infrastruktur,” ujarnya saat dialog Sinergi Membangun Bangsa Pembangunan Ekonomi Desa Mandiri yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Demak, Kamis (8/8).

Dia mengharapkan Kabupaten Demak harus mempunyai Perbup terkait Dana Desa agar dimanfaatkan untuk pengembangan BUMDes.

Bupati Demak HM Natsir menuturkan pihaknya sudah membuat Perbup untuk pengalokasian Dana Desa. Saat ini pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Demak sudah mencapai lebih dari 96%.

“Selanjutnya kita akan penggunaan DD untuk pemberdayaan masyarakat. Semua tertuang jelas dalam Perbup Nomor 9 tahun 2018 tentang Tata Cara PEmbagian, Penetapan Rincian dan Penggunaan Dana Desa di Kabupaten Demak Tahun Anggaran 2018 ,” tuturnya.

Menurutnya, untuk program desa mandiri perlu terus dipacu. Bantuan dari Kementerian akan dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Sementara itu, Sekjen Forum BUMDes Indonesia, Rudi Suryanto mengatakan untuk membangun kemandirian desa harus dengan swakarsa, swadaya, swasembada serta kemandirian sosial dan lingkungan.

“Semuanya harus berjalan beriringan, mengingat hal tersebut merupakan poin penting dalam keberhasilan pembangunan daerah,” ujarnya. (RS)

 

 

46
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>