Sebarkan berita ini:

4-taniSEMARANG[SemarangPedia] – Ketersediaan data kemiskinan petani yang belum valid bakal menghambat terhadap bantuan pemerintah tidak tepat sasaran, sehingga perlu dilakukan pendataan secara terus menerus agar data pada sistem pemerintah dapat di update.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pendataan petani miskin perlu dilakukan secara terus menerus, hingga sistem pemerintahan dapat di update dengan data terkini.

Langkah itu, dia menambahkan perlu dilakukan agar data yang ada di sistem pemerintah selalu ter-update setiap saat, sehingga bantuan yang akan diterima petani miskin tepat sasaran.

“Selama ini bantuan pemerintah berupa traktor, harvester, maupun transplanter kurang tepat sasaran, karena ketersedian data kemiskinan petani belum ada. Selain perlu dilakukan pendataan secara terus menerus, juga sistem pemerintah akan menyesuaikan setiap saat,” ujarnya, di Semarang.

Pendataan petani, lanjutnya, akan lebih mudah jika melibatkan pemerintah desa yang lebih mengetahui pasti tentang kondisi masyarakat dan pertanian di wilayannya. Terlebih jika sistem informasi desa tersebut tersinergi dengan sistem informasi pemerintah kabupaten/ kota maupun provinsi, sehingga petugas tinggal melakukan verifikasi dari data yang ada pada sistem informasi tersebut.

“Sekarang kita akan mendata terus menerus. Sebetulnya dengan UU Desa ini yang tahu banyak sebenarnya para Kades,” tuturnya.

Selain itu, dia menambahkan kebijakan kartu tani tidak hanya digunakan sebagai alat pembayaran pupuk bersubsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan dapat dimonitor. Namun,  kartu itu juga akan disinergikan dengan data kemiskinan, sehingga bantuan dari pemerintah dapat benar-benar diterima oleh para petani yang kurang mampu.

“Kalau kartu ini ada data di belakangnya. Maka bisa kita kualifikasi untuk petani mampu ataupun petani tidak mampu, Bahakan bisa mengetahui buruh tani. Yang buruh tani dapat bantuan apa, yang petani miskin di bawah dua hektare dapat apa, yang di atasnya apakah kita bantu, harusnya tidak,” paparnya. (RS)

68
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>