Sebarkan berita ini:

DEMAK[SemarangPedia] – Pemkab Demak semakin gencar mengembangkan sektor pertanian hingga mampu mewujudkan menjadi salah satu dari 10 daerah penyangga pangan nasional.

Bekas pusat kesultanan Bintoro ini telah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 daerah penyangga pangan nasional tahun ini.

Wakil Bupati Demak Joko Sutanto mengatakan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pemkab Demak hingga mampu menghantarkan Demak menjadi salah satu lumbung padi di Jateng, bahkan nasional itu.

Bahkan, lanutnya, pada tahun ini Demak telah masuk dalam kategori 10 besar daerah Kabupaten/Kota penyangga pangan nasional.

“Selain padi, masih ada komoditas unggulan yang lain di antaranya kacang hijau dengan produksi hasil panen yang melimpah ,”  ujarnya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Demak 2018 di Gedung Bina Praja Demak, Rabu (26/9).

Menurutnya,  panen kacang hijau  di Demak juga mampu menghantarkan daerah ini sebagai penyokong komoditas stok kacang hijau terbesar di Indonesia, disusul komoditas bawang merah yang menempati posisi kedua untuk wilayah Jateng.

Tidak hanya itu, di menambahkan masih terkait dengan  dunia pertanian,   Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Gajah Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak juga berhasil meraih Juara Nasional Unit Kerja Pelayanan Berprestasi Utama atas Upaya Meningkatkan Mutu Pelayanan Kepada Masyarakat Dengan Baik dari Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia.

Atas prestasi ini, tutur Joko Sutanto, diharapkan semua yang terkait dengan dunia pertanian di Demak ini tidak menjadikan terlena, lengah dan cepat berpuas diri, sehingga mengendor prestasinya.

Dia menuturkan masih terdapat komoditas lokal yang dapat dipacu produktifitas dan  kualitasnya seperti buah jambu dan belimbing. Komoditas ini terus dimasifkan kepada warga Demak agar membudidayakannya, karena selain mudah perawatannya tidak membutuhkan lahan yang luas dan khusus, bisa dikelola di pekarangan atau lahan di sekitar rumah tinggal.

Kepada para anggota Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Demak, Joko Sutanto mendorong agar segara diambil langkah penyamaan persepsi melalui langkah komunikasi dan koordinasi lintas sektoral, sehingga permasalahan dibidang pertanian dapat segera diatasi, termasuk di antaranya tidak ada lagi alih fungsi lahan pertanian

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Ir. Wibowo, MM mengatakan Rakor ini dihadiri 70 peserta dari unsur Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten dan Kecamatan, Gapoktan, Poktan dan wanita tani se-Kabupaten Demak serta Camat se-Kabupaten Demak. (FA/RS)

34
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>