Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Tim Operasi Gaktib dan Yustisi mulai mengelar razia terhadap seluruh anggota Pendam IV/Diponegoro, sebagai upaya untuk penegakan ketertiban dan kedisiplinan para prajurit serta PNS di jajaran Pendam IV/Diponegoro.

Operasi Gaktib dan Yustisi digelar oleh Denpom IV/5 Semarang, Kamis (21/2). Kegiatan pemeriksaan dilakukan di depan kantor Pendam IV/Diponegoro yang dimulai dari apel pengecekan personel dilanjutkan pemeriksaan kendaraan oleh Tim didampingi anggota pengamanan dari Pendam IV/Diponegoro.

Hingga selesai kegiatan kendaraan dinas dan pribadi anggota Pendam IV/Diponegoro dinyatakan layak jalan dan dilengkapi surat-surat serta alat kelengkapan lainnya.

Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Arh Zaenudin mengatakan tingginya angka kecelakaan di jalan raya pada umumnya disebabkan karena rendahnya kesadaran hukum dan tertib berlalulintas para pengguna jalan, selain karena faktor kelalaian dan ketidak hati-hatian.

“Anggota Pendam IV/Diponegoro yang terbiasa bekerja menggunakan sistem dan memiliki skill yang baik harus bisa menjadi pelopor dalam penegakkan hukum dan tertib berlalu lintas,” ujarnya, Kamis (21/2).

Dia menuturkan budaya disiplin dan tertib berlalulintas itu harus dimulai dari diri sendiri, karena akan merasa nyaman berkendaraan jika kondisi kendaraan prima juga dilengkapi dengan surat-surat dan alat kelengkapan lainnya.

Menurutnya, bila kendaraan baik tetapi tidak dilengkapi dengan surat-surat dan alat kelengkapan berkendara secara otomatis si pengendara akan merasa was-was.

“Kondisi itu, yang menyebabkan si pengendara menjadi tidak konsentrasi dan cenderung lalai sehingga berpotensi terjadi kecelakaan. Jadi jangan menyepelekan alat kelengkapan kendaraan seperti helm, SIM dan STNK,” tuturnya.

Sementara itu, Lettu Cpm Hedro Wibowo selaku ketua Tim Operasi Gaktib dan Yustisi mengatakan apa yang dilakukan bersama anggota Tim untuk mengecek kondisi kendaraan dan alat kelengkapannya.

“Kalau memang semua sudah dalam kondisi baik, Petugas Tim Operasi Gaktib dan Yustisi tidak akan mencari-cari kesalahan,” ujarnya.

Anggota Pendam, lanjutnya, merupakan prajurit dan PNS yang taat hukum dan berdisiplin terutama dalam berlalu lintas.

“Bila nanti ditemukan ada kendaraan yang surat-suratnya belum lengkap agar segera dilengkapi, sehingga pada saat berkendara di jalan raya tidak was-was dan ragu-ragu, karena dapat menyebabkan kelalaian dan kecelakaan,” tuturnya. (NDI/RS)

 

137
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>