Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Makanan dan minuman dalam dunia fotografi itu layaknya diva atau artis yang bisa di create sedemikian rupa, agar mampu tervisual menarik sekaligus menjual.

Untuk mewujudknya harus memilki rasa dan paham akan teknik memfoto makanan. Kiat itulah disampaikan Dewandra Djelantik dihadapan 50 peserta workshop bertajuk “Capture Your Food” di Nestcology, akhir pekan lalu. (22/4)

Dewandra mengatakan untuk memulai Food Photography, hal utama yang dilakukan adalah harus mencoba terlebih dahulu makanan dan minumanya.

“Dari mencicipi hingga menganal rasa makanan maupun minunam saya bisa menentukan konsep pengambilan gambar seperi apa yang akan diwujudkan dan diminta klien,” ujar fotografer asal Bali itu.

Selain itu, lanjut pria yang menjadi brand ambassador Fujifilm X – Photographer Indonesia, pemahaman tentang teknik dan komposisi pengambilan gambar makanan harus penting dikuasai.

“Teknik dasarnya sama yakni memperhitungkan pencahayaan, pengambilan sudut gambar, kedalaman maupun komposisi,” tuturnya.

Dewandra menjelasakan untuk pencahayaan bisa menggunakan teknik Available light (memanfaatkan cahaya yang ada) ataupun Artificial light (cahaya buatan).

“Untuk angel harus dipahami pula, untuk sudut 10 sampai 20 derajat bisa di aplikasikan ke pizza bermozarella, di head on sudut 0 derajat cocok makanan bertumpuk seperti burger dan from the top untuk memotret full objek makanan dari atas,” ujarnya.

Menurutnya, pengaturan diafragma dalam memotret makanan juga menentukan hasil makanan bisa terlihat detail dan menggiurkan.

Memakai pengaturan, ia menaambahkan Open wide medium dengan diafragma F 5,6, fokus akan tajam cenderung tengah dan bisa memberikan kesan detail.

Dewandra menuturkan untuk menghasilkan foto makanan berdimensi pengaturan lighting lah yang menjadi hal utama

“Saya sarankan lebih baik pengaturan pencahayaan ditempatkan pada kanan dan kiri belakang agar lebih berdimensi,” tuturnya.

Beragam projek foto baik foto produk makanan, maupun profil perusahaan kelas nasional hingga internasional telah dijabani Pria yang berkecimpung didunia fotografi sejak 2006 ini.

“Foto eskrim terbilang susah, apalagi es itu cepat mencair, dan klien kala itu meminta untuk konsep eskrim yang menggiurkan, jadi saya dengan tim mengkonsep sedemikan,” ujarnya.

Dalam workshop, peserta juga mengikuti sesi pelatihan foto makanan yang disiapkan oleh Head Chef sekaligus owner Nestcology Ernest Christoga. (RS)

159
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>