Sebarkan berita ini:

PEMALANG[SemarangPedia] – Kecelakaan kembali terjadi di jalur Pantura di Pemalang, Bus Handoyo jurusan Yogyakarta-Jakarta terbalik setelah gagal melewati tikungan dan menbrak pembatasan jalan hingga akhirnya terjerumus di lahan persawah dan mengaibatkan deplane penumpang tewas.

Kecelakaan tunggal di tikungan Sopi Desa Bulakan Kecamatan Belik, Pemalang itu terjadi pada  Sabtu (17/12) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Bus bernopol AA 1409 EA itu terjun ke lahan persawahan di bawah jalan setelah gagal melewati tikungan yang menurun.

Sedikitnya delapan penumpang tewas, serta belasan lainnya mengalami luka-luka dalam peristiwa kecelakaan itu. Beberapa korban terjepit badan bus yang terguling sehingga evakuasi dilakukan hingga memakan waktu tiga jam dan baru selesai, Minggu (18/12) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB.

Menurut Kasir pemilik warung makan yang dekat dengan lokasi, saat itu sekitar pukul 23.30  tengah berada di dalam tiba-tiba terdengar suara benturan keras dari arah jalan dan jeritan saling bersahutan.

Sontak dia keluar dan terlihat sebuah bus sudah dalam keadaan terguling di tikungan tak jauh dari rumahnya, hingga bersama beberapa warga langsung memberikan pertolongan. Petugas Kepolisian yang datang tiak lama kemudian juga membantu mengevakuasi korban dari bangkai kendaraan dan di angkat ditaruh di depan warung sambil menunggu ambulan.

“Ada korban yang terjepit badan bus sehingga sulit dievakuasi, namun setelah dilakukan berbagai cara dengan menggali tanah yang ada dibawahnya tubuh korban berhasil dikeluarkan sekitar tiga jam kemudian dengan kondisi penuh lumpur, situasinya sangat memprihatinkan karena ada yang menjerit dan menangis meminta tolong padahal kondisi di lokasi gelap gilita,” tuturnya.

Mengingat jumlah korban yang cukup banyak akhirnya evakuasi dilakukan ke sejumlah rumah sakit di antaranya Rumah Sakit Mardlotilah Randudongkal, RSI Moga, Rumah Sakit Dr M Ashari Pemalang serta Rumah Sakit Siaga Medika Pemalang. Sebagian korban luka ringan sudah meninggalkan rumah sakit, akan tetapi jenazah dan korban luka berat masih berada di tempat.

Kapolres Pemalang AKBP Kingkin Winisuda melalui Kasatlantas AKP Riswantobersama tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jawa Tengah di lokasi jedaian mengatakan diduga kendaaan Bus Handoyo mengalami gangguan di sistem rem, sehingga tidak maksimal,

Hal senada juga dikatakan pengemudinya bernama Agus Suyanto (50) warga Cacaban 04/12 Magelang, sebelum berangkat bahkan bus sempat ganti kampas rem dan shockbreaker depan, namun tidak diketahui apakah telah diujicoba terlebih dahulu secara cermat atau tidak hingga saat itu tidak berfungsi maksimal.

Menurutnya, saat itu sudah berusaha menurunkan gigi persneling dari 4 ke 3 akan tetapi laju bus tidak terkendali, sehingga meluncur kencang dan menabrak besi pembatas jalan dan terguling masuk sawah.

Akibat kejadian itukorban meninggal dunia sebanyak delapan orang, 15 lainnya luka-luka, sedangkan penumpang bus seluruhnya berjumlah 42 orang dengan sopir dua orang dan kernet satu orang. Pengemudi bus hingga saat ini masih diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (HN/RS)

291
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>