Sebarkan berita ini:

8-kbSEMARANG[SemarangPedia] – Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Sudarli Heru Sudjatmoko mengatakan saat ini masih banyak pasangan suami istri usia muda menginginkan anak lebih dari dua.

Menurutnya, hal itu terbukti dari angka total fertility rate (TFR) Provinsi Jawa Tengah pada 2012 sebesar 2,5 yang artinya  setiap keluarga umumnya memiliki dua atau tiga orang anak.

“Saat ini kecenderungan masyarakat ingin memiliki lebih dari dua anak. Hal ini dapat dilihat dari data TFR Provinsi Jawa Tengah pada 2012 sebesar 2,5, meski TFR itu kurang dari TFR nasional sebesar 2,6. Diinterpretasikan wanita Jawa Tengah cenderung memiliki dua atau tiga anak,” ujarnya  saat menghadiri Pertemuan Perencanaan Keluarga Kecil Berkualitas Menuju Keluarga Sehat Sejahtera Bagi TP PKK Kabupaten/ Kota se-Jawa Tengah Tahun 2016 di Gedung PKK, Selasa (8/11).

Dia menambahkan pada era 80-an masa awal program KB berkembang pesat. Petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) memiliki peran penting memajukan program tersebut.

“Tetapi setelah reformasi, terus agak berjalan lancar.  Pasangan muda sekarang, tidak hanya di desa tetapi juga perkotaan pun ingin anaknya lebih dari dua. Bahkan ada yang anaknya enam,” tuturnya.

Mantan Ketua TP PKK Kabupaten Purbalingga itu menegaskan program KB membantu keluarga untuk mencetak generasi muda yang cerdas. Pasalnya, dari kecil kedua anak yang dibesarkan di dalam keluarga tersebut akan memperoleh pendidikan yang lebih berkualitas dan perhatian yang lebih besar dari orang tuanya.

“Memang tanpa KB kita akan mengalami hambatan untuk mencapai apa yang kita rencanakan. Keluarga kecil, sehat, dan sejahtera itu menjadi sulit terwujud. Indonesia dengan generasi muda yang pintar juga sulit terwujud,” ujarnya.

Anak yang banyak, dia menambahkan pembagian makanannya sedikit. Kalau ber-KB, keluarga bisa membagi makanan bergizi sesuai proporsinya untuk kedua anak mereka. Anak menjadi lebih cerdas karena terpenuhi gizinya.

Dengan demikian, Sudarli berpesan agar kader TP PKK di 35 kabupaten/ kota turut mengawal program KB di daerahnya. Kader harus memaksimalkan peran strategisnya sebagai inisiator, motivator, fasilitator, dan dinamisator bagi masyarakat setempat. (RS)

 

186
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>