Sebarkan berita ini:

5-bencanaSEMARANG[SemarangPedia] – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat selama periode Januari-September 2016 telah terjadi 559 bencana banjir dan tanah longsor di 33 kabupaten/kota.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Sarwa Pramana mengatakan Kabupaten Purworejo merupakan wilayah berpotensi bencana tertinggi. Di mana, daerah tersebut terdapat 96 desa rawan banjir dan 196 desa rawan longsor.

Daerah rawan bencana lainnya, lanjutnya, wilayah Kebumen terdapat 118 desa rawan banjir dan 101 desa rawan longsor, disusul wilayah Cilacap terdapat 131 desa rawan banjir dan 89 desa rawan longsor.

“Personel yang berada di daerah rawan longsor, siap bertugas selama 24 jam. Saat ini personel terus bersiaga pada 115 posko kabupaten/kota yang tersebar di Jawa Tengah,” ujarnya, di Semarang.

Dari sisi logistik, dia menambahkan BPBD Kabupaten/kota jauh lebih siap disbanding tahun sebelumnya. Karena, melalui Surat Edaran Mendagri Nomor 362/3490/SJ tanggal 15 September 2016 tentang Antisipasi Bencana Banjir dan Tanah longsor memudahkan pencairan anggaran tak terduga.

Menurujtnya, dengan kesiapan anggaran tersebut akan memudahkan penanganan bencana dan pemberian bantuan kepada korban tanah longsor dan banjir di berbagai daerah.

“Titik yang terkena bencana ditetapkan sebagai kejadian darurat dan anggaran bisa langsung dicairkan, untuk digunakan keperluan bagi korban bencana,” tuturnya. (RS)

102
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>