Sebarkan berita ini:

Oleh : dr. Witjitra Darmana Samsuria, Sp. PD

what_is_diabetes1

Diabetes merupakan penyakit masa depan. Di masa depan, berbagai jenis infeksi akan menurun karena dunia makin higienis dan makin banyaknya vaksinasi. Tapi penyakit degeneratif dan metabolik masih akan ada. Satu di antaranya diabetes.

Yang perlu diingat adalah sekali kena diabetes,seseorang tidak akan bisa sembuh. Bisa hidup normal seperti orang lain akan tetapi harus tetap kontrol seumur hidup.

Diabetes (diabetes melitus) adalah penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) di atas normal.Seluruh sel dalam tubuh manusia membutuhkan glukosa agar dapat bekerja dengan normal. Kadar zat gula dalam darah biasanya dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh kelenjar pankreas.

Awalnya hormon insulin pada pasien diabetes tidak direspon dengan baik ditingkat sel (resistensi insulin). Dalam jangka panjang organ pankreas milik penderita diabetes tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Saat ini kasus diabetes selalu meningkat setiap tahun. Sekitar 50 persen pasien diabetes baru saat ini disebabkan oleh obesitas. Mengapa bisa terjadi? Padahal penyebab diabetes bukan hanya obesitas.

Dokter spesialis penyakit dalam Semarang Medical Centre (SMC) RS Telogorejo, dr. Witjitra Darmana Samsuria, Sp PD menjelaskan faktor resiko diabetes antara lain obesitas, keturunan, usia, hingga diabetes sejak lahir.

Faktor usia jelas tidak bisa dihindari. Sebagai manusia, tentu tidak bisa menghentikan umur. Semakin tua maka akan ada perubahan sel-sel tubuh. Kembali ke banyak munculnya diabetes karena obesitas berkaitan dengan gaya hidup saat ini. Berbagai kemudahan seperti gadget hingga maraknya junkfood membuat resiko obesitas semakin tinggi.

Misalnya terlalu banyak main gadget tapi minim gerak bisa menambah resiko terkena diabetes. Memakan junk food juga beresiko. Untuk menghindari Diabetes seseorang harus menerapkan pola hidup sehat dan banyak aktivitas.

Dokter Witjitra mengingatkan dampak penyakit diabetes bermacam-macam. Pada awal diabetes terjadi perubahan mikro angiopati (kelainan di pembuluh darah kecil) seperti di mata (retinopati diabetes).

Tapi jika sudah lanjut muncul komplikasi makro angiopati (kelainan di pembuluh darah besar). Lalu muncul komplikasi di beberapa bagian tubuh contohnya komplikasi di ginjal yang bisa merusak ginjal, plague atau kerak di pembuluh darah jantung yang mengakibatkan serangan jantung hingga komplikasi di otak yang mengakibatkan stroke.

Adapun gejala khas diabetes selalu merasa haus, minum terus menerus, merasa lapar, banyak makan tetap kurus dan kencing terus menerus. Gejala yang kurang khas pada penderita diabetes lainnya misalnya : cepat lelah, lesu, mengantuk meskipun cukup tidur, badan menjadi kurus, luka tidak kunjung sembuh, kesemutan, impotensi.

Jika merasa mempunyai gejala tersebut segera melakukan pemeriksaan. Medical check up tahunan juga merupakan salah satu cara deteksi dini diabetes. Untuk info lebih lanjut silahkan menghubungi call center 24 jam SMC RS Telogorejo di nomor telepon (024)86466000.

183
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>