Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Tim Dinas Perdagangan Kota Semarang mulai melakukan pengawasan di sejumlah pasar tradisional di Semarang, untuk mengantisipasi terjadinya gejolak harga dan barang kadaluarsa yang masih duperdagangankan.

Di pasar Peterongan Tim Dinas Perdagangan langsung menemukan bumbu kemasan siap saji suudah kadaluasa yang masih di perdagangankan.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mendapati ratusan kemasan saset bumbu siap saji yang sudah kadaluarsa yang masih di gantung di kios para pedagang untuk diperdagangkan.

Setidaknya ada lima kios yang kedapatan masih menjajakan barang-barang yang sudah kadaluarsa ini, di antaranya berupa kemasan susu, bumbu tepung, bumbu masakan,  terasi,  sambal, kecap dan roti kaleng.

Oleh petugas pedagang hanya diberikan sanksi membuat surat peryataan dan dihimbau supaya tidak menjual lagi barang-barang yang sudah tidak layak konsumsi, selain ratusan kemasan bumbu dan makanan kemudian diamankan petugas.

“Dari pemeriksaan petugas terdapat lima kios pedagang yang menjual barang yang sudah berkadaluarsa, dari temuan itu, kita akan melakukan sosialisasi kepada para pedagang terkait letak tanggal kadaluarsa. Dari pengawasan di lapangan, petugas berhasil mengamankan setidaknya ada ratusan kemasan,” ujar Fajar Purwoto, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang saat melakukan rasia makanan berkadaluarsa di Pasar Peterongan, Selasa. (9/5)

Sementara itu, menurut Sutirah salah satu pedagang yang kedapatan menjual barang kadaluarsa, tidak mengetahui barang yang dijual telah berkadaluarsa.

“Saya tidak tahu ada barang  yang jual telah berkadaluarsa, untuk letak dan tulisannya saya tidak mengetahuinya, saya tahunya kulakan dan laku di jual,” tuturnya.

Dinas perdagangan memastikan akan terus menggelar pengawasan dan razia secara rutin, mengingat ditengarai peredaran makanan tidak layak konsumsi ini akan marak menjelang puasa dan Lebaran.

Masyarakat juga diminta untuk lebih teliti dalam membeli barang, terutamaa makanan minuman dan bumbu dalam kemasan. (HN/RS)

82
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>