Sebarkan berita ini:

29-kamg-mus-1SEMARANG[SemarangPedia] – Peran pemimpin yang berani, tegas dan disiplin sangat diperlukan, untuk menghapus semua praktik jenis pungungan liar (pungli) apapun, di tengah tuntutan masyarakat menginginkan pelayanan publik yang trasparan dan cepat

Bupati Kudus Musthofa mengatakan peran pemimpin itu sangat diperlukan sebagai teladan dalam menekan praktek pungutan liar (pungli) yang sampai saat ini masih terus merebak.

Menurutnya, pemimpin setidaknya harus memiliki sikap tiga hal utama sebagai upaya untuk menekan praktek pungutan liar yang kini semakin marak hingga ke perangkat desa.

“Untuk menghilangkan praktek pungutan liar, pemimpin harus memiliki tiga hal utama, selain niat besar dari seorang pemimpin, mengintegrasikan sistem yang baik dan benar serta yang terakhir perilakunya sendiri,” ujarnya pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema Pungli: Hambatan dan strategi pemberantasannya, yang diselenggarakan di Kampus Unisbank, Semarang, Jalan Trilomba Juang Semarang, Selasa. (29/11)

Kang Mus sapaan akrab Bupati Kudus itu menuturkan sebagai pemimpin di wilayah Kabupaten Kudus hingga saat ini terus berupaya memaksimalkan untuk menghilangkan praktek pungli.

Dia mengaku menerapkan cara-cara sederhana agar praktek pungli tidak dilakukan oleh jajarannya.

“Saya sebagai Bupati Kudus akan meminimalisir agar tidak terjadi pungli. Bagaimana caranya? Sangat sederhana, pemimpin harus bisa ngayomi (melindungi), ngayemi (menciptakan rasa bahagia saat jajarannya bekerja) dan ngayani (minimal kebutuhan pokok pegawainya tercukupi). Kalau tiga hal ini dilakukan maka praktek pungli dapat ditekan,” paparnya.

Persoalan pungli, lanjut Kang Mus, merupakan masalah klasik lawas sejak jaman orde baru, yang sekarang ini tetap muncul semarak kembali.

“Pungli ini masalah lawas yang sekarang dikemas menjadi baru. Dari dulu sejak jaman orde baru sudah ada. Pada orde baru ada Tim Pemberantasan Korupsi (TPK), saat ini ada Saber Pungli. Yang penting itu nawaitunya kalau serius memberantas,” ujarnya.

Pada acara Focus Group Discussion  itu juga dihadiri  Kasubdit Paminal Bid Polda Jateng, Roni Tri Prasetyo.

Menurut Roni, jajarannya telah berupaya keras untuk mengupayakan segala cara dalam pemberantasan pungli. “Dengan dasar hukum saat ini, kami sudah melakukan upaya preventif,” tegasnya.

Diskusi yang digagas oleh Fakultas Hukum Unisbank bersama Seknas Fitra, Semarang Tv dan LBH Berkeadilan itu, diikuti peserta yang melibatkan jajaran Polda, Kejati Jateng, Akademis, praktisi serta jajaran instansi pemerintahan. (RS)

146
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>