Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia]  – Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno terpilih sebagai Top Regional Banker 2019 Versi Majalah Investor, yang dinilai berhasil dalam memajukan perusahaan sekaligus kontribusi untuk kemajuan industri yang digeluti.

Piagam penghargaan untuk Dirut Bank Jateng diserahkan oleh Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto yang diterima oleh Rahadi Widayanto, Direktur Operasional dan Digital Banking Bank Jateng Rahadi Widayanto, Kamis (12/12).

Rahadi Widayanto mengatakan penghargaan tersebut merupakan prestasi bagi 5.500 karyawan Bank Jateng yang telah bekerja maksimal demi kenyamanan pelanggan.

“Penghargaan ini juga akan menjadi semangat dan diharapkan memotivasi seluruh pegawai Bank Jateng untuk terus meningkatkan layanan. Sekaligus berusaha menjadikan Bank Jateng  sebagai bank yang selalu memberikan layanan terbaik bagi customer,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (13/12).

Menurutnya, tantangan Bank Jateng ke depan adalah layanan teknologi serta perlunya SDM yang kuat, sehingga Bank Jateng juga menggandeng fintech serta berusaha membidik milenial.

Dia menuturkan upaya untuk mempertahankan prestasi, Bank Jateng kini terus mengembangkan teknologi informasi, di antaranya dengan meluncurkan aplikasi E-Bima.

Peningkatan teknologi informasi ini, lanjutnya, disebut Bima Middleware program. Di mana perseroan mengupayakan 300 lebih saluran informasi yang dimiliki dapat terhubung dengan core banking.

“Pada akhirnya hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional perbankan serta memberi penguatan pada aplikasi yang telah dimiliki yakni E-Bima,” tuturnya.

Inovatif Majalah Investor menobatkan delapan Chief Executive Officer korporasi sebagai Tokoh Finansial Indonesia 2019.

Predikat sebagai Tokoh Finansial 2019 diberikan atas prestasi yang diraih dalam memajukan perusahaan sekaligus kontribusi untuk kemajuan industri yang digeluti.

“Ketika semua industri dituntut untuk tetap tumbuh saat perekonomian cenderung melambat, sekaligus responsif terhadap tuntutan perubahan bisnis pada era digital, para CEO terpilih terbukti mampu membuktikannya lewat kinerja keuangan yang positif. Kontribusi mereka juga berdampak positif bagi perkembangan industri yang digeluti,” ujar Rahadi.

Sementara kiprah para CEO ini layak jadi inspirasi bagi perusahaan lain. Empat CEO, masing-masing dari kategori listed company, securities company,insurance company, dan multifinance company, dinobatkan sebagai “Top Executive 2019”.

Sedangkan dua CEO dari industri perbankan meraih penghargaan sebagai ‘Top Banker 2019’, dan satu CEO Fund Manager terpilih sebagai ‘Top Fund Manager 2019’. Satu penghargaan diberikan untuk CEO BUMN sebagai “Agent of Change of State Owned Enterprise”.

Dewan juri juga sepakat memberikan penghargaan Lifetime Achievement untuk dua CEO yang telah meraih penghargaan yang sama lebih dari lima kali, pada bidang usaha yang digeluti.

Ketua Dewan Juri Hotbonar Sinaga mengatakan CEO yang terpilih merupakan figur yang dinilai berhasil menakhodai perusahaan yang dipimpin tetap mencatat pertumbuhan kinerja keuangan di tengah perlambatan ekonomi nasional.

“Para CEO ini juga dinilai punya strategi yang inovatif dalam mengembangkan bisnis perusahaan. CEO terpilih juga dinilai punya kontribusi penting pada industri yang digeluti perusahaan dan layak menjadi panutan. Ajang penghargaan Majalah Investor jni merupakan tahun ke-16,” tuturnya.

Ada 8 kategori penghargaan yang diberikan, meliputi Top Executive of Listed Company, Top Executive of Securities Company, Top Execurive of Insurance Company, Top Executive of

Multifinance Company, Top National Banker, Top Regional Banker, Top Fund Manager dan Agent of Change of State Owned Enterprises.

Direktur Berita Satu Media Holdings (Penerbit Majalah Investor) Primus Dorimulu menuturkan penghargaan bagi para CEO bertujuan memotivasi para pelaku industri finansial agar tetap inovatif dan adaptif terhadap tuntutan perubahan bisnis modern sehingga tetap meraih peluang bisnis pada industri yang digeluti.

“Terobosan bisnis yang adaptif terhadap perkembangan bisnis modern diperlukan di tengah banyaknya tantangan, baik dalam perekonomian domestik maupun global. Dalam kondisi penuh tantangan, seorang CEO juga harus cermat dengan strategi bisnis yang diusung sehingga perusahaan tetap survive,” ujarnya.

Proses penjurian TFI berlangsung sejak awal Oktober hingga akhir November 2019. Pada tahun ini, Dewan Juri menekankan pentingnya strategi para CEO untuk bisa tetap bertumbuh di tengah perlambatan ekonomi dan ketidakpastian global.

Para CEO perlu mencari langkah terobosan untuk memajukan perusahaan sekaligus memberi sumbangan bagi perkembangan industri yang digarap.

Sisi good corporation proses penjurian TFI berlangsung sejak awal Oktober hingga akhir November 2019. Pada tahun ini, Dewan Juri menekankan pentingnya strategi para CEO untuk bisa tetap bertumbuh di tengah perlambatan ekonomi dan ketidakpastian global.

Para CEO perlu mencari langkah terobosan untuk memajukan perusahaan sekaligus memberi sumbangan bagi perkembangan industri yang digarap. Sisi good corporate governance (GCG) dan corporate social responsibility (CSR) juga mendapat perhatian.

Tim juri dipilih dari profesional yang pernah berkarier di lingkungan finansial, dan para praktisi keuangan, yakni Hotbonar Sinaga, pengamat keuangan dan asuransi, Aviliani, ekonom, Salyadip Saputra, direktur utama PT Pemeringkatan Efek Indonesia (PEFINDO).

Selaoin itu, Prof Firmanzah, Rektor Universitas Paramadina, Gunawan Tjokro, Ketua Kebijakan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Suheri Lubis, Ketua Umum Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), dan Primus Dorimulu, direktur Beritasatu Media Holdings.

Atas kesepakatan Tim Juri, seleksi awal ditetapkan berdasarkan atas kinerja finansial pada masing-masing sektor. Pendekatan yang digunakan untuk menilai kinerja perusahaan adalah improvement, dan achievement untuk adjustment penilaian, mengacu pada kinerja Juni 2019.

Setiap sektor dinilai berdasarkan kriteria masing-masing yang paling mempengaruhi pertumbuhan perusahaan. Untuk seleksi Top Regional Perbankan, seleksi dinilai dari kinerja finansial yang diukur menggunakan 12 kriteria, yaitu CAR, NPL, ROA, ROE, NIM, BOPO, LDR, pertumbuhan pendapatan operasional, pertumbuhan pendapatan non bunga, pertumbuhan laba operasional, pertumbuhan kredit, dan rasio biaya tenaga kerja.

Setelah melewati penilaian berdasarkan kriteria tersebut, ada penilaian berdasarkan improvement dan achievement ROA, ROE, LDR, pertumbuhan pendapatan operasional, pertumbuhan pendapatan non bunga, pertumbuhan laba operasional, pertumbuhan kredit, berdasarkan kinerja Juni 2018-Juni 2019. Hasilnya, tiga CEO bank nasional dan tiga CEO bank daerah maju ke babak berikutnya. (RS)

4
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>