Sebarkan berita ini:

23-Palu-Sidang1SEMARANG[SemarangPedia] – Dokter spesialis bedah Kunsemedi Setyadi akhirnya memenangkan gugatan melawan Direktur Utama RSUP dr Kariadi yang dikabulkan majelis hakim di Pengadilan Tata Usaha Negera (PTUN) Semarang.

Sidang gugatan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sarjoko mengabulkan seluruh petitum atas posita gugatan yang diajukan penggugat. Hakim juga membatalkan surat pemberian sanksi disiplin yang dikeluarkan Direktur Utama RSUP Kariadi terhadap penggugat.

“Mengadili, mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya. Menyatakan batal SK penjatuhan sanski sedang yang diterbitkan Direktur Utama RSUP Kariadi. Mewajibkan kepada tergugat untuk mencabut SK penjatuhan sanksi disiplin sedang,” ujara Ketua Majelis Hakim Sarjoko, dalam amar putusannya di PTUN Semarang, Kamis (14/7).

Majelis hakim berpendapat, SK yang diterbitkan Direktur Utama RSUP Kariadi dalam menjatuhkan sanksi disiplin, harus disebutkan pelanggaran disiplin yang dilakukan penggugat. Namun, kenyataannya majelis hakim tidak menemukan pelanggaran disiplin yang dilakukan Kunsemedi Setyadi selaku penggugat.

“Komite medik tidak menemukan pelanggaran medik yang dilakukan penggugat Kunsemedi Setyadi. Yang ada hanya rekomendasi DPCP. Karena itu harusnya sanksi yang diberikan berupa sanksi etika/tertulis,” tuturnya.

Usai sidang, Kunsemedi mengaku senang dengan putusan majelis hakim. Pihaknya juga menyatakan putusan majelis hakim tersebut merupakan efek jera bagi pimpinan RSUP dr. Kariadi supaya tidak semena-mena dalam mrnjatuhkan sanksi krpada bawahannya.

“Saya harap ini dapat menjadi pelajaran yang berharaga bagi semua pihak supaya dalam mengerjakan sesuatu atau menjatuhkan sanksi harusnya dipelajari dulu pokok permasalahannya, jangan asal berikan sanksi,” ujar Kunsemedi sembari melenggang keluar sidang.

Sementara itu, kuasa hukum RSUP Kariadi yang diwakili Muhammad Alfan, menolak memberikan komentar. Saat ditanya apakah akan mengajukan banding atas putusan tersebut, dia bersama tim kuasa hukum lainnya langsung meninggalkan gedung PTUN Semarang tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Dalam kasus itu, gugatan diajukan oleh Kunsemedi Setyadi ini terkait diterbitkannya surat keputusan (SK) Direktur Utama RSUP Kariadi Semarang Nomor : KP.08.02/I.II/2261/2015 tertanggal 8 Desember 2015 tentang pemberian hukuman disiplin sedang, berupa penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun, pencabutan sementara penugasan klinis selama 1 bulan dan penundaan pelatihan. (RS)

232
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>