Sebarkan berita ini:

21-Poltas SMASEMARANG[ SemarangPedia] – Polrestabes Semarang mencanangkan Sekolah Menengah Dua Polantas (SMDP, sebagai upaya untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas yang berakibat pada kecelakaan lalu lintas yang menimpa masyarakat di usia produkif khususnya kalangan pelajar.

Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang akan melakukan penanganan serius terhadap pelangaran lalu lintas yang berakibat pada kecelakaan lalu lintas yang menimpa masyarakat diusia produktif khususnya pelajar.

Dari dasar itu, Satlantas Polrestabes Semarang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang mencanangkan program Sekolah Menengah Dua Polantas (SMDP) pada Kamis 21 juli 2016.

Pecanangan yang ditandai apel program Sekolah Menengah Dua Polantas (SMDP) diikuti perwakilan puluhan sekolah menengah atas (SMA) dan SMK sedrajad di Kota Semarang.

Selain itu, pencanangan juga ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama oleh Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestaes Semarang AKBP Catur Gatot Efendi bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin serta Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dengan disaksikan oleh Kapolrestaes Semarang, Kombes Pol Burhanuddin

HEND- MENEKAN PELANGGARAN LALULINTAS DI USIA DINI 5Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan Pemkot Semarang siap terus mendukung program tersebut dan diharapkan selain dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas, juga kedepan bisa mejadi satu muatan lokal di sekolah.

“Kami berterima kasih, sudah memberikan bantuan program yang tidak hanya pendidikan disiplin lalu lintas, tapi ada juga efek psikologis, selain diharapkan mampu memerikan pemahaman tentang tata tertib lalu lintas, terobosan ini juga diharapkan efektif membangun karakter pelajar yang disiplin,” ujarnya.

Menurutnya, dari senjata tajam, minuman keras, pasti segan mereka bawa karena ada polisi, sehingga masing-masing sekolah akan diberikan konseling satu jam pelajaran atau menyesuaikan dengan pihak sekolah.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin menuturkan dari data kecelakaan pada enam bulan terakhir terhitung mulai Januari-Juni 2016 tercatat terdapat 486 kasus kecelakaan lalu lintas. Beberapa di antaranya mengakibatkan 91 orang meninggal dunia dan korban luka ringan mencapai 515 orang.

“Pelaku yang paling dominan usia produktif 16-25 tahun. Program ini bertujuan untuk membangun kehidupan sekolah sebagai lingkungan sadar berlalu lintas dalam membentuk karakter siswa atau pelajar sebagai agent of change pengantar perubahan , tutur Kapolrestabes. (HN/RS)

 

122
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>