Sebarkan berita ini:

3-batik-semarangSEMARANG[SemarangPedia] –  Sejarah batik Semarangan memang tidak lepas dari keterlibatan keturuan menantu Sri Sultan Hamengkubuwono III, Tan Siauw Liem yang  menikah dengan RA Dinartiningsih. Akulturasi budaya cina dan jawa membuat batik kala itu berkembang dan tersebar khususnya di wilayah Kota Semarang.

Dari perkembangan itu muncul dan terlahirlah motif batik Semarangan. Corak yang ditampilkan lebih pada kebudayan setempat dimana penggambaran menjurus ke rumah adat, mesjid, tanaman, binatang, dan beberapa relief khas dari Kota Semarang.

Meski beragam corak di tampilkan ternyata batik masih memiliki berbagai kendala dalam pembakuan sebuah motif atau corak khas Semarang yang belum direalisasikan layaknya kota Solo, Yogya dan Pekalongan.

Kondisi itu, menyebabkan belum terlihat sebuah kesan ciri khas batik yang mencerminkan budaya yang berasal dari Semarang. Selain itu, kesulitan mencari pengrajin yang mau menekuninya.

Atas dasar itulah dalam rangka Hari Batik Nasional jatuh pada 2 Oktober 2016, Akumandiri Semarang, Asosiasi  IUMKM Indonesia menggelar diskusi panel Rembug Semarangan mengangkat tema “Batik Semarangan , Benarkah Ada?.

3-rembug-batikSesuai jadwal diskusi tersebut akan disenggarakan 06 Oktober 2016 mulai pukul  09.00 WIB – 12.00 BIB di Restoran Semarang,  Jalan Gajahmada Semarang.

“Diskusi ini sebagai upaya sinergi berbagai pihak baik pemerintah maupun non pemerintah untuk bersama menggembangkan potensi batik Semarangan, sebagain upaya untuk mendapatkan pengakuan baik mengenai corak serta pemberdayaan potensi pengrajini,” tutur Naneth Ekopriyono Ketua Akumandiri Semarang kepada Semarangpedia.co, Senin. (3/10)

Dalam diskusi itu, Naneth menambahkan, akan menghadirkan narasumber meliputi Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang , Krisseptiana (Tia Hendra Prihadi), Pemerhati Kota Semarang, Jongki Tio, Pemerhati Batik Semarang Grace Susanto, Pusat Kajian Batik Semarang Unisnbank Dewi Handayani dan Indonesia Fashion Chamber Semarang, Elkana Gunawan. (RS)

239
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>