Sebarkan berita ini:

20-Bencana Longsor1SEMARANG[SemarangPedia] – Badan Penanggungalangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan Tim SAR Gabungan telah menemukan lagi enam korban tertimbun longsoran tanah di Purworejo dan tiga korban di Kebumen.

Longsor dan banjir yang terjadi Sabtu lalu, di sejumlah daerah di Jateng telah menelan korban jiwa dan tim evakusi hingga saat ini sudah menemukan total sebanyak 56 korban tewas, 22 orang luka-luka dan 395 diungsikan.

“Korban hilang yang belum ditemukan di Desa Karangrejo/ Caok tiga orang, dan Desa Donorati tiga orang. Sedangkan jumlah pengungsi terdiri dari 143 orang di Desa Wironatan dan 210 orang di Desa Jelok,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers diterima SemarangPedia.com, Kamis (23/6).

Data BNBP terkini, korban di Kabupaten Purworejo terdapat 42 orang tewas, enam orang hilang dan 19 luka-luka. Selain telah mengakibatkan sebanyak 143 rumah rusak, meliputi 63 rumah rusak berat, 38 rumah rusak sedang, dan 42 rumah rusak ringan. Bahkan diperkirakan kerugian kerusakan rumah dan infrastruktur di Kabauapaten Purworejo mencapaia senilai Rp15,73 miliar.

Sementara itu, korban di kabupaten Banjarnegara terdapat enam orang tewas tertimpa longsor, sedangkan di Kabupaten Kebumen terdapat lima orang tewas akibat banjir dan longsor, serta tiga orang hilang tertimbun longsor.

“Semua korban sudah ditemukan. Sedangkan di Rembang, Sukoharjo dan Banyumas masing-masing satu orang tewas akibat banjir,” tuturnya.

Menurutnya, untuk saat itu korban longsor di Purworejo masih terus dilakukan, termasuk peralatan berat dikerahkan mencari korban. Sekitar 300 personil tim SAR gabungan di masing-masing lokasi dikerahkan mencari korban hilang.

“Kemarin Polri mengerahkan anjing pelacak untuk mencari korban. Namun banyaknya masyarakat yang menonton lokasi longsor menyebabkan kesulitan di lapangan,” ujarnya. (RS)

dan banjir yang terjadi Sabtu lalu, di sejumlah daerah di Jateng telah menelan korban jiwa dan tim evakusi hingga saat ini sudah menemukan total sebanyak 56 korban tewas, 22 orang luka-luka dan 395 diungsikan.

“Korban hilang yang belum ditemukan di Desa Karangrejo/ Caok tiga orang, dan Desa Donorati tiga orang. Sedangkan jumlah pengungsi terdiri dari 143 orang di Desa Wironatan dan 210 orang di Desa Jelok,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers diterima SemarangPedia.com, Kamis (23/6).

Data BNBP terkini, korban di Kabupaten Purworejo terdapat 42 orang tewas, enam orang hilang dan 19 luka-luka. Selain telah mengakibatkan sebanyak 143 rumah rusak, meliputi 63 rumah rusak berat, 38 rumah rusak sedang, dan 42 rumah rusak ringan. Bahkan diperkirakan kerugian kerusakan rumah dan infrastruktur di Kabauapaten Purworejo mencapaia senilai Rp15,73 miliar.

Sementara itu, korban di kabupaten Banjarnegara terdapat enam orang tewas tertimpa longsor, sedangkan di Kabupaten Kebumen terdapat lima orang tewas akibat banjir dan longsor, serta tiga orang hilang tertimbun longsor.

“Semua korban sudah ditemukan. Sedangkan di Rembang, Sukoharjo dan Banyumas masing-masing satu orang tewas akibat banjir,” tuturnya.

Menurutnya, untuk saat itu korban longsor di Purworejo masih terus dilakukan, termasuk peralatan berat dikerahkan mencari korban. Sekitar 300 personil tim SAR gabungan di masing-masing lokasi dikerahkan mencari korban hilang.

“Kemarin Polri mengerahkan anjing pelacak untuk mencari korban. Namun banyaknya masyarakat yang menonton lokasi longsor menyebabkan kesulitan di lapangan,” ujarnya. (RS)

119
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>