Sebarkan berita ini:

16-djarumSEMARANG[SemarangPedia] – Djarum Foundation kembali memberikan Beasiswa pendidikan (Beswan) Djarum 2016-2017  kepada para siswa yang lolos tes seleksi dan peserta dilibatkan dalam pentas seni Dharma Puruhita Beasiswa Djarum, yang berlangsung puncaknya,  di komplek PRPP Semarang, Selasa (15/11).

Program Direktur Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Primadi H Serad mengatakan proses seleksi penerima Beswan Djarum melalui beberapa proses. Beswan dimulai pendaftaran online selama delapan pekan

Saat ini, lanjutnya, terdapat 18.607 pendaftar yang lolos tes administrasi dan jumlah itu tinggal  8.559 peserta yang lolos tes akademik, kemudian setelah psikotes kini mereka tinggal 1.995 yang lolos.

Menurut dia, materi tes wawancara berisi  bagaimana mendengarkan orang lain dan sejumlah potensi yang bisa digali.

“Dari jumlah itu, masih disaring lagi menjadi 525 sebagai peserta dengan tes wawancara,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu. (16/11)

Dia mengatakan seluruh peserta penerima Beswan Plus Djarum itu dilibatkan dalam kegiatan pagelaran seni Dharma Puruhita Beasiswa Djarum, selain juga dikuti oleh 525 dari 90 kampus.

Kegiatan Building Beswan Djarum 2016-2017 mengambil tema Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan menggelar pagelaran Dharma Puruhita  yang dibuat meriah dan menampilkan kolaborasi drama, tari dan musik dengan tema ‘Gema Bumi Palapa’.

Primadi H Serad menuturkan Dharma Puruhita yang mengangkat tema kedaulatan NKRI dinilai sangat penting bagi generasi muda Indonesia, khususnya para penerima beasiswa pendidikan (Beswan) plus Djarum 2016-2017.

“Itu juga menjadi salah satu fondasi penting dari kualitas yang diharapkan dari para lulusan perguruan tinggi,” tuturnya.

16-djarum1Tema yang diusung itu, lanjutnya,  juga tidak lepas dari latar belakang berbeda para penerima Beswan Djarum sebagai perwujudan Bhinneka Tunggal Ika yang menggambarkan keberagaman bangsa Indonesia.

Dalam puncak Dharma Puruhita, dia menambahkan sengaja mementaskan tema “Gema Bumi Palapa” sebuah kisah berdirinya dan kejayaan kerajaan Majapahit yang digarap secara apik dengan kolaborasi drama tari, musik dan lagu.

Sajian  yang melibatkan seluruh peserta penerima Beswan Plus Djarum itu juga
menggambarkan dua sisi kehidupan pemuda pemudi modern dan gambaran kisah kolosal dalam panggung berbeda dengan background layar animasi disesuaikan dengan alur cerita.

Pementasan yang dikuti oleh 525 dari 90 kampus itu tampil maksimal mempersembahkan drama cerita tentang kejayaan kerajaan Nusantara di abad 12 itu.  NKRI yang diangkat sebagai tema sangat nyata tergambarkan dalam pementasan menggambarkan kedigdayaan Majapahit yang tidak hanya didukung oleh armada perang, namun juga kepiawaian dalam berdiplomasi serta mewujudkan kesejahteraan rakyatnya.

Kolaborasi drama yang sebelumnya dilatih oleh pemain profesional di antaranya  tarian garapan koreografer  Denny  Malik serta iringan musik  dari band and orchestra seakan mengajak penonton terbawa di era abad 12, ketika Majapahit meraih kegemilangan mampu menyatukan wilayah Nusantara.

Pementasan yang merangkai dalam Sumpah Palapa Mahapatih Gadjah Mada itu begitu indah oleh paduan antara seni panggung, tari dan iringan musik serta lagu.

Primadi mengatkan aksi panggung para pemain yang memukau itu ternyata hanya disiapkan latihan intensif selama lima hari.

“Mereka tidak memiliki latar belakang seni secara khusus, bukan penari, bukan aktor dan juga bukan penyanyi. Tapi dengan pembekalan soft skills di nation building ini para Beswan Djarum mampu membangun kebersamaan dan menyatukan kemampuan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

Tercatat rangkaian acara pembekalan Beswan Djarum di antaranya diskusi kebangsaan yang menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya Menteri Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum  Basuki Hadimuljono, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari dan Amelia Rachim seorang perancang  perhiasan yang bermukim di Italia. Hasyim dan Amelia merupakan alumni Beswan Djarum masing-masing periode 1993-1994 dan 2006-2007.

Selain diskusi kebangsaan peserta Beswan Djarum 2016-1017 juga mengikuti kunjungan budaya. Di antaranya ke Masjid Menara Kudus Jawa Tengah sebagai cagar budaya simbol harmoni antara agama dan budaya penyebaran Islam pada abad 16. (RS)

218
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>